Advertisement

Azis Syamsuddin: Kita Harus Selalu Mengedepankan Musyawarah dan Mufakat

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.foto/liputan.co.id

URBANNEWS.ID - Politisi senior Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Azis Syamsuddin, mengatakan musyawarah mufakat daam mengambil keputussan bukan sesuatu yang aneh dan baru untuk masyarakat Indonesia maupun dalam kehidupan berpolitik negeri ini.

Keutamaan musyawarah dan mufakat sebagai bagian kehidupan berdemokrasi, kata Azis, diwujudkan dalam sila keempat dari Pancasila yang berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan Perwakilan".

"Terkandung nilai pentingnya mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan, musyawarah untuk mufakat. Saya pribadi selalu mengutamakan azas musyawarah mufakat juga dalam kehidupan berpolitik sebagai anggota DPR. Kita bisa sebut itu lobi-lobi, atau pendekatan-pendekatan," kata Aziz Syamsuddin, Kamis (14/11/2019).

Mantan Ketua Banggar dan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan esensi musyawarah mufakat sudah sangat melekat dengan bangsa Indonesia sehingga apapun bentuknya, meski akhirnya harus voting, musyawarah mufakat itu selalu digunakan di setiap kegiatan.

"Kita harus selalu mengedepakan musyawarah mufakat," kata Aziz Syamsuddin.

Diketahui, musyawarah dan mufakat kembali mengemuka menjelang kelangsungan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar 4-6 Desember mendatang di Jakarta.

Airlangga Hartarto selaku petahana dan Bambang Soesatyo yang kini menjabat Ketua MPR, merupakan dua nama yang disebut-sebut akan bersaing memperebutkan kursi ketua umum Partai Golkar 2019-2024 itu.

Airlangga baru mengemban amanah sebagai ketua umum Partai Golkar sejak akhir 2017, menggantikan Setya Novanto, didukung seluruh (34) DPD Golkar Tingkat I dan mayoritas DPD Tingkat II pada Munas 2019. 

Sehingga, dirnya berpeluang besar untuk mempertahankan jabatannya. Namun, kubu pendukung Bambang Soesatyo tampaknya masih bersikeras agar jagoannya terus maju dalam kontestasi tersebut.

Tak berlebihan jika menyikapi dinamika yang berkembang menjelang munas ini banyak kader Golkar yang menyerukan perlunya musyawarah mufakat untuk memastikan figur ketua umum periode lima tahun ke depan.(okezone.com)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement