Advertisement

Soal Pilkada, Azis Syamsuddin: Saya Tegaskan, Golkar Tanpa Mahar

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.foto/merahputih.com

URBANNEWS.ID - Partai Golkar berkomitmen memprioritaskan kadernya yang maju dalam Pilkada 2020 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan pengurus DPP Partai Golkar Azis Syamsudin saat peringatan puncak HUT ke-55 Golkar di Gedung Serbaguna Sampit, Rabu (20/11/2019) malam kemaren.

Pernyataan itu jadi angin segar bagi kader Golkar yang sudah mendaftarkan diri ke partai berlambang pohon beringin itu.

Sejumlah kader Partai Golkar yang ikut mendaftar saat penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Kotim, yakni Supriadi, Muhammad Arsyad, dan Zam’an.

”Mudah-mudahan nanti Pak Razak mendapat rekomendasi dari DPP. Mudahan-mudahan di Kotim juga orang kader Golkar sendiri yang mendapat rekomendasi DPP dan menang menjadi kepala daerahnya, karena Golkar menginginkan kadernya yang jadi," kata Azis Syamsudin.

Azis mengapresiasi munculnya kader Partai Golkar dalam penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng dan bupati dan wakil bupati Kotim. Dia berharap kader partainya mendapat rekomendasi.

Meski begitu, Azis menyatakan, peluang bakal calon nonkader tetap terbuka. Partai Golkar akan mengeluarkan rekomendasi diperkirakan pada Januari atau Februari. Rekomendasi itu keluar setelah melihat hasil survei yang dilaksanakan.

”Saya tegaskan Golkar tanpa mahar. Tapi, calon yang akan diusung harus punya dana untuk saksi, kampanye, dan beli atribut. Jangan kami DPP yang disuruh membiayai. Tidak ada mahar, tapi dana operasional untuk menang itu harus," tegasnya.

Wakil Ketua DPR RI ini juga berharap Golkar bisa berkoalisi dengan banyak partai saat pilkada nanti. Kalau pun tidak, kompetisi hanya dilakukan saat pilkada, setelah itu semua harus bergandengan tangan membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Dia mengingatkan masyarakat agar memilih calon pemimpin yang benar-benar mumpuni dan amanah dalam memperjuangkan masyarakat. Kepala daerah harus mampu membawa kemakmuran bagi masyarakatnya.

”Pilkada jangan hanya jadi rutinitas pergantian kepemimpinan, tetapi harus membawa perubahan positif dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kepala daerah harus menciptakan iklim investasi yang bagus. Pendidikan juga harus ditingkatkan, sehingga anak-anak yang ingin kuliah tidak perlu lagi keluar daerah," kata Azis.(hen/prokal.co)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement