Beberkan Dugaan Pelanggaran Regulasi oleh MNC Vision, Pelaku Industri Penyiaran Ragukan Ketegasan KPI Tegakkan Aturan

Share Button:

Candi juga menyatakan bahwa pihaknya mempertanyakan keabsahan MNC Vision yang menjual program siaran TV Swasta seperti RCTI, Global TV, MNC TV dan INews kepada TV Berlangganan baik satelit maupun kabel.

"Padahal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran disebutkan bahwa MNC Vision sebagai Lembaga Penyiaran Berlangganan (TV Berlangganan) merupakan lembaga penyiaran berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran berlangganan, dan hal ini dipertegas dalam Akta Pendirian Perusahaan pasal 3 yang diamanatkan dalam persyaratan perizinan penyiaran hanya dikhususkan untuk bidang usaha penyelenggaraan jasa penyiaran," ungkap Candi.

“Apa yang dilakukan MNC Vision dengan menjual program siaran TV Swasta tersebut juga tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dimana secara spesifik bidang usahanya hanya untuk menyelanggarakan jasa penyiaran saja dan hal itu tercantum juga dalam akta pendirian perusahaan mereka. Jelas disebutkan dalam akta perusahan mereka pada pasal 3, wajib diperuntukkan hanya untuk bidang usaha penyelenggaran penyiaran bukan untuk usaha dagang, apalagi berjualan program siaran yang bukan bidang usaha mereka,” kata Candi.

“Hal ini juga tidak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dimana disebutkan bahwa setiap perdagangan harus dilengkapi dengan SIUP dagang, sedangkan SIUP MNC Vision adalah SIUP Penyiaran yang dibatasi bidang usahanya sebatas penyiaran saja,” tambah Candi.

Selain itu, menurut Candi, saat ini terdapat informasi yang sudah beredar bahwa MNC Vison sedang melakukan tahapan penambahan investasi dengan pihak asing yaitu Vivandi SA. Nama terkahir ini diketahui merupakan perusahaan asal Perancis dan merupakan anak usaha PT Global Mediacom Tbk, dengan nilai investasi berkisar antara US$ 400 juta-US$ 500 juta atau setara sekitar Rp 5,6 trilliun hingga Rp 7 Triliun, jika diukur dengan kurs Rp 14.000 per US$. Nilai ini sebesar hampir 50 persen kepemilikan atas saham dari MNC Vision.

Share Button:
author
No Response

Leave a reply "Beberkan Dugaan Pelanggaran Regulasi oleh MNC Vision, Pelaku Industri Penyiaran Ragukan Ketegasan KPI Tegakkan Aturan"