Advertisement

Erick Thohir Bisa Dianggap Langgar Permen BUMN Jika Tunjuk Ahok Jadi Direksi 'Perusahaan Pelat Merah'

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.foto/kompaknews.com

URBANNEWS.ID - Menteri BUMN Erick Thohir bisa dianggap melanggar Peraturan Menteri BUMN jika mengangkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai direksi salah satu BUMN.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada urbannews.id, Rabu (13/11/2019) petang.

"Kalau Ahok benar mau dicalonkan jadi salah satu Direksi BUMN, maka Erick Tohir bisa dianggap melanggar Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015 tentang Persyaratan menjadi anggota Direksi BUMN," ungkap Yusri.

Dibeberkan Yusri, Ahok tidak memenuhi syarat formal untuk menjadi direksi BUMN sesuai Permen BUMN tersebut. 

Pada Bab II tentang Persyaratan Anggota Direksi BUMN dalam Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015, pada poin A angka 3, tentang Persyaratan Formal, disebutkan direksi perseroan adalah orang perorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum, kecuali dalam waktu lima tahun sebelum pengangkatan pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN,  perusahaan dan atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.

"Tentang persyaratan formal poin 3 ini, walau bisa dimentahkan dengan dalih Ahok dipenjara bukan karena merugikan keuangan negara atau BUMN, tapi Ahok tersangkut di persyaratan materiil," lanjut Yusri.

Diungkapkan Yusri, pada Bab II huruf B angka 6 Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015, disebutkan persyaratan materiil direksi perseroan adalah Perilaku yang baik.

"Faktanya, yang bersangkutan (Ahok,red) berperilaku yang melecehkan atau menghina agama lain sehingga dipenjara karena hal tersebut, itu berarti berperilaku tidak baik," ungkap Yusri.

Sementara itu, dilansir detik.com, Rabu (13/11/2019), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ahok hari ini bertemu Menteri BUMN Erick Thohir dan Ahok diminta untuk memimpin salah satu perusahaan pelat merah.

Belum jelas posisi serta BUMN apa yang bakal diisi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Namun, dari informasi berbagai sumber, Ahok digadang-gadang masuk ke salah satu BUMN besar yakni PT Pertamina (Persero). Ahok akan menjadi petinggi di BUMN migas itu, tapi belum pasti apakah sebagai direksi atau komisaris.

"Pertamina," ujar salah satu sumber di lingkungan Kementerian BUMN kepada detikcom, Rabu (13/11/2019).

Ketika dikonfirmasi, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga belum bisa memberikan keterangan.

"Tunggu saja nanti mas," katanya kepada detikcom, Rabu (13/11/2019).

Sebelumnya, Arya mengatakan, kementerian berharap Ahok bisa bergabung di salah satu BUMN.

"Memang tadi pak Erick dengan pak Ahok bicara mengenai BUMN, dan harapan kita memang pak Ahok bisa bergabung bersama kita di salah satu BUMN Indonesia. Jadi kita memang mengharapkan pak Ahok bersedia juga untuk bergabung di salah satu BUMN kita," ujarnya.

Arya tak menjawab pasti soal BUMN sektor apa yang akan menjadi tempat berlabuh Ahok. Ia mengatakan Ahok dibutuhkan di BUMN yang membutuhkan perhatian besar dan menjadi kebutuhan orang banyak.

"Yang pasti kalau sektor mana pasti ini yang kita lihat memang butuh perhatian besar dan mempengaruhi banyak orang lah," tambahnya.

Disinggung mengenai kemungkinan Ahok bergabung ke BUMN yang bergerak di sektor energi, Arya tak berkomentar banyak.

"Soal energi atau apapun namanya itu kita belum tahu, tapi yang pasti adalah meminta kesediaan beliau dulu supaya mau bergabung sama kita karena kita butuh orang seperti pak Ahok yang memang bisa dukung BUMN," tuturnya.(hen/detik.com)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement