Advertisement

Jasa Tirta II Cs Berpotensi Jadi Parasit Bagi PLTA Milik PLN

Koordinator Indonesia Infrastructure Watch, Ahmad Daryoko.foto/spperjuanganpln.org

URBANNEWS.ID - Dengan modus perluasan wilayah sungai yang dikelola PT Jasa Tirta II, oknum Pemerintah melalui Kementerian PUPR dan PT Jasa Tirta II berpotensi berperilaku sebagai parasit, karena melakukan pungutan terhadap operasional PLTA milik PLN. 

Demikian diungkapkan Koordinator Indonesia Infrastructure Watch, Ahmad Daryoko kepada urbannews.id, Senin (2/12/2019).

"Sesuai informasi yang diterima, tahun ini baik PLTA Saguling maupun Cirata diharuskan setor masing-masing sekitar Rp 50 miliar ke Perusahaan tersebut. Dan bila kebijakan seperti ini dibiarkan terus maka BPP PLTA akan lebih dari Rp 750,- per kWh. Ini artinya akan lebih mahal dari BPP PLTU maupun (PLTGU). Padahal semula BPP PLTA dibawah Rp 350,- per kWh yang merupakan biaya termurah dari biaya operasi pembangkit yang lain," beber Ahmad Daryoko.

Menurut Ahmad Daryoko, adanya pembayaran semacam itulah yang membebani biaya operasional PLN.

"Pasti akhirnya biaya-biaya itu dibebankan kepada rakyat dalam bentuk kenaikan tarif listrik," ujar Ahmad Daryoko.

Soal kegiatan festival musik yang diadakan Jasa Tirta II, Ahmad Daryoko pun mengatakan tidak ada masalag asalkan tidak membebani rakyat.

"Boleh saja Jasa Tirta II mengadakan kegiatan Festival Jazz Internasional, tetapi jangan ujung-ujungnya membebani rakyat," kata Ahmad Daryoko.

Sementara itu, terkait pernyataan Ahmad Daryoko, seperti dikutip dari Investor Daily, Perum Jasa Tirta II akan mengelola tambahan enam wilayah sungai. Saat ini, badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mengelola dua wilayah sungai, yakin wilayah Sungai Citarum dan sebagian wilayah Sungai Ciliwung serta Sungai Cisadane.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Perum Jasa Tirta II Haris Zulkarnain menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengelola tambahan enam wilayah sungai dan prosesnya kini berlanjut ke tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kementerian Kumham). 

"Kami sudah ajukan tambahan enam wilayah sungai untuk dikelola. Pengajuan dilakukan ke Kementerian PUPR. Kini sudah harmonisasi di Kementerian Kumham dan nanti dilanjutkan ke Setneg (Sekretariat Negara) untuk ditandatangani Presiden,” kata Haris saat media visit Perum Jasa Tirta II ke Berita Satu Media Holding di Jakarta, Senin (25/11/2019) lalu.

Adapun enam wilayah sungai yang diajukan untuk dikelola Perum Jasa Tirta II, antara lain wilayah Sungai Cimanuk dan Cisanggarung yang juga mencakup Bendungan Jatigede (Jawa Barat); wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian yang mencakup pula Bendungan Karian (Banten).

Kemudian di Lampung; Palembang; wilayah Sungai Barito (Kalimantan Tengah); serta wilayah Sungai Mahakam (Kalimantan Timur). 

Haris menambahkan, izin penambahan wilayah kerja nantinya dicantumkan dalam sebuah peraturan pemerintah (PP) yang mengubah PP sebelumnya tentang Perum Jasa Tirta II, yakni PP No 7/2010. 

"Nanti setelah harmonisasi ada proses lagi yang melibatkan Setneg dan lain-lain sebelum ditandatangani Presiden. Mungkin butuh waktu sekitar 2- 3 bulan lagi,” jelas Haris. 

Menurut dia, dengan hadirnya Perum Jasa Tirta II sebagai pengelola enam wilayah sungai lainnya diharapkan pengelolaan lebih optimal baik dari sisi pengelolaan sumber daya air maupun aspek-aspek lainnya, seperti pengelolaan potensi pariwisata. 

“Dengan hadirnya Jasa Tirta II, orang-orang yang mendapat manfaat dari pengelolaan sumber daya air itu bisa kami tarik biaya jasa pengelolaan sumber daya air dan nanti itu bisa digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan,” ujar Haris. 

Dalam PP 7/2010 Jasa Tirta II ditugaskan pemerintah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam pengusahaan sumber daya air wilayah sungai dan sebagian tugas dan tanggung jawab di bidang pengelolaan sumber daya air di wilayah kerja perusahaan. 

Haris menuturkan, saat ini kontribusi pendapatan terbesar bagi Jasa Tirta II berasal dari pembangkit listrik yang mencapai 75%, penyediaan air bersih dan sebagainya sekitar 20%, serta sisanya lain-lain termasuk yang berasal dari pengelolaan pariwisata di sekitar wilayah sungai kelolaan. 

Penyediaan air bersih yang dilakukan Jasa Tirta II termasuk untuk air bersih ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sekarang ini, menurut Haris, Jasa Tirta II mampu menyediakan 18 meter kubik per detik untuk DKI Jakarta dan sekitarnya dan siap untuk ditingkatkan apabila ada permintaan. 

Selain itu, lanjut Haris, pihaknya mendorong pendapatan dari pariwisata terus meningkat. Tahun depan nilainya ditargetkan menjadi Rp 25 miliar untuk pendapatan dari pariwisata. Nilai itu naik dari perkiraan sepanjang tahun ini sebesar Rp 15 miliar. 

"Kami targetkan pariwisata ketiga terbesar dengan adanya pengembangan yang kami lakukan,” ujar Haris.

Jatiluhur Jazz Festival 

Salah satu upaya mendorong pendapatan dari pariwisata juga dilakukan Jasa Tirta II dengan mengadakan kegiatan di antaranya penyelenggaraan The 1st International Jatiluhur Jazz Festival. 

Ajang tersebut diadakan pada 30 November dan 1 Desember 2019 di dua titik sekitar Waduk Jatiluhur, yakni Hotel Istora dan Pelabuhan Biru. 

Haris menyampaikan, acara tersebut selain untuk mengembangkan potensi pariwisata di sekitar Waduk Jatiluhur juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait lingkungan dan kelestarian air. 

"Kami manfaatkan lokasi waduk yang bersih dalam menjaga lingkungan dan kelestarian air. Tema yang kami ambil Green, Water, and Life. Lokasi yang kami pilih untuk penyelenggaraan ini di sekitaran waduk. Dua kawasan ini tempatnya indah,” sebut Haris. 

Direktur Artistic The 1st International Jatiluhur Jazz Festival 2019 Dwiki Dharmawan menjelaskan, ajang Jatiluhur Jazz Festival terinspirasi dari Montreux Jazz Festival di Swiss yang diadakan di dekat Danau Jenewa. 

"Ini di Indonesia belum ada by the lake atau jazz di pinggir danau. Jadi saya langsung terasosiasi dengan Montreux Jazz Festival itu. Dulu Montreux itu tidak terlalu terkenal tapi akhirnya bisa membangun pariwisatanya. Diharapkan Jatiluhur juga akan seperti itu,” papar Dwiki.(hen/investordaily)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement