Advertisement

MIND ID Akan Bayar Sekitar Tujuh Triliun Rupiah untuk Akuisisi 20 Persen Saham PT Vale Indonesia

Dari kiri ke kanan: Febriany Eddy Deputi Direktur Vale Indonesia, Nico Kanter CEO Vale Indonesia, Budi Gunadi Sadikin CEO MIND ID, Mark James Travers Perwakilan Vale Kanada, dan Kaoru Hayashi Perwakilan Sumitomo Metal Mining Co.Ltd/MIND ID/foto/cnbcindonesia.com

URBANNEWS.ID - Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) menandatangani Perjanjian Pendahuluan pada 11 Oktober lalu untuk mengambilalih 20% saham divestasi Vale kepada peserta Indonesia.

MIND ID merupakan brand baru yang resmi diperkenalkan untuk holding BUMN pertambangan yang sebelumnya bernama PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum.

Group CEO MIND ID Budi Gunadi Sadikin mengatakan penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan Vale Indonesia. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Divestasi 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilaksanakan 5 tahun setelah amandemen tersebut.

KK Vale Indonesia akan berakhir di akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.

Pemegang saham PTVI saat ini antara lain VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09% dan publik sebesar 20,49%.

Pemerintah telah menunjuk Inalum sebagai Holding Industri Pertambangan yang saat ini telah memiliki identitas baru sebagai MIND ID, untuk mengambil saham divestasi Vale Indonesia. Langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.

"Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil) dan Freeport Indonesia (Amerika), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional," ujar Budi G. Sadikin, dalam siaran pers, Senin (14/10/2019).

Melalui kepemilikan 20% saham di PT Vale Indonesia Tbk., dan 65% saham di PT Aneka Tambang Tbk., MIND ID memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumberdaya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Hanya saja, Rendi Witular, SVP Corporate Secretary Inalum menegaskan belum bisa mengungkapkan estimasi harga per saham yang akan ditebus untuk 20% saham Vale tersebut. "Harga belum, ini masih perpanjian pendahuluan," katanya saat dihubungi Senin pagi ini (14/10/219).

Mengacu data laporan keuangan Juni 2019, saham beredar milik Vale Indonesia total sebanyak 9.936.338.720 saham, maka porsi 20% saham divestasi yang mesti dibeli MIND ID adalah sebanyak 1.987.267.744 saham.

Dengan asumsi harga rata-rata saham INCO pada Selasa pekan lalu di level Rp 3.600/saham, maka nilai divestasi diperkirakan sebesar Rp 7,15 triliun. Dana ini mesti disiapkan oleh MIND ID, bisa lebih dari itu jika valuasinya naik, atau bisa juga di bawah itu.

Sampai dengan Desember 2018, MIND ID membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 65,2 triliun, tumbuh 38% dari tahun sebelumnya. EBITDA (laba sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi) konsolidasi mencapai Rp 18,5 triliun, tumbuh 50% dari tahun sebelumnya.

Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 10,5 triliun tumbuh 54% dari tahun 2017. Ekuitas konsolidasi sebesar Rp 74,6 triliun, dengan Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap ekuitas) sebesar 1,03X.(hen/cnbcindonesia.com)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement