Advertisement

Pelaku Usaha Jasa Titipan Keluhkan Monopoli Grup Perusahaan Penerbangan

Ketua Asperindo Riau, Yandri Sandy Lubis.foto/gatra.com

URBANNEWS.ID - Langkah maskapai Garuda Indonesia menambah delapan pesawat kargo tahun depan, tampaknya tak sesuai harapan pelaku usaha jasa titipan. 

"Prinsipnya kita mendukung dan memberikan apresiasi terhadap langkah Garuda membuka freighter tersebut apalagi itu berguna untuk kelancaran arus transportasi dan pengiriman," kata Ketua Asperindo Riau, Yandri kepada urbannews.id, Rabu (16/10/2019).

Tapi, kata Yandri, dari penyampaian pihak Garuda, freighter tersebut dibuka untuk mengakomodir kebutuhan transportasi produk pertanian dan kelautan. "Jadi ini jauh dari harapan kami selaku jasa titipan," kata Yandri.

Lebih lanjut dibeberkan Yandri, sejak November 2018 hingga Februari 2019 terjadi kenaikan 8 kali ongkos surat muatan udara, yang dimotori Garuda Group.

"Dan ternyata di balik itu, mereka launching Kargo Garuda (door to door) milik mereka sendiri. Artinya, kalau mereka saja sudah menggarap jasa titipan, berarti jasa transport udara akan mereka monopoli," ujar Yandri lagi.

Apalah daya kami, sambung Yandri, selaku pelaku jasa titipan ini. Pesawat saja tidak punya.

"Keluhan dan lain sebagainya sudah berkali-kali kita layangkan ke kementrian terkait. Tidak ditanggapi. Malah beberapa perusahaan anggota kami dibekukan ke agenannya, hingga tidak bisa mengirim barang memakai pesawat mereka," beber Yandri.

Makanya, ungkap Yandri, sekarang banyak pelaku usaha jasa titipan beralih moda transportasi, dari udara ke darat.(hen)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement