Pemerintah Jokowi Dikte Model Bisnis

147 views
Faisal Basri.foto/detik.com

URBANNEWS.ID - Bermacam insentif dari Pemerintah Jokowi di periode kedua justru mendikte pelaku industri. Sebab insentif yang diberikan tidak ada yang gratis. Belum lagi sering terjadinya perubahan kebijakan.

Demikian diutarakan Pengamat Ekonomi Faisal Basri apa yang dilakukan pemerintah dalam acara diskusi di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

"Pemerintah sekarang mendikte model bisnis. Misalnya saya bikin industri hulu dapat insentif pajak. Tapi itu akan hilang kalau tiba-tiba bebas impor untuk produk hulu. Ya sudah pasti pabrik yang saya bangun nggak jalan karena aturannya berubah. Jadi yang bikin pening justru regulasi," ujar Faisal Basri.

Kemudian yang paling terbaru adalah rencana pemerintah memberikan diskon pajak besar-besaran untuk pelaku industri yang investasi dalam bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penelitian.

Insentif ini dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010. Dalam aturan ini, Jokowi memberikan diskon paling tinggi hingga 300 persen.

Menurut Faisal kebijakan itu juga tidak akan berjalan dengan baik. Sebab belum tentu pelaku industri mau melakukan investasi di bidang SDM. Lagi pula menurutnya butuh upaya yang lebih besar bagi pelaku industri yang ingin mendapatkan investasi itu.

"Jadi sumber masalah dari pertumbuhan yang terkendala adalah regulasi dan institusi. Misalnya, saya nih industri mau mengembangkan vokasi. Kemudian saya ajukan ke Kemnaker atau Kemeneku. Lalu dianalis dulu, nanti ada kunjungan lapangan. Untuk rapat satu hari kunjungan lapangan setidaknya butuh 2 tahun kadang 3 tahun. Sampai 2024 Jokowi selesai ya nggak selesai-selesai," tutupnya.(finance.detik.com)

Bagikan
No Response

Comments are closed.