Advertisement

Perwira Tinggi Polisi Ikut Seleksi Capim KPK, Uchok Sky: Salah Alamat !

Uchok Sky Khadafi.foto/jurnas.com

URBANNEWS.ID - Sebelas perwira tinggi (pati) polisi resmi mengikuti seleksi calon pimpinan (capim) KPK. Para jenderal tersebut telah mendaftarkan dirinya ke Panitia seleksi (Pansel) Capim KPK sebelum ditutup, Kamis (4/7/2019) lalu.

Aktivis anti korupsi, Uchok Sky Khadafi menyebut, langkah anggota polisi untuk masuk menjadi calon pimpinan di KPK dinilai salah alamat. Sebab, keberadaan anggota polisi di KPK justru menimbulkan banyak masalah. Dan rentan adanya konflik kepentingan.

"Polisi masuk ke KPK, salah alamat. Selama ini polisi yang masuk KPK, selalu bermasalah dengan keberadaan mereka di KPK," kata Direktur Center For Budget Analysis (CBA) kepada Fajar Indonesia, Jumat (5/7/2019) kemarin.

Uchok justru menyarankan agar para capim KPK dari Polri tersebut melakukan pemberantasan di institusinya terlebih dahulu.

Bahkan akan sangat lebih baik jika melakukan pemberantasan di tubuh Polri. "Kalau pun polisi mau melakukan pemberantasan korupsi, tidak usah melalui KPK tapi melalui institusi kepolisian saja," ketusnya.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sebelas Pati polri yang mendaftar sebagai capim KPK telah disetujui oleh pimpinan.

Berdasarkan informasi Divisi SDM dari total Pati yang mendaftarkan diri ikuti seleksi capim KPK, hanya 11 yang sesuai rekomendasi pimpinan.

Sayangnya, Dedi belum dapat membeberkan nama-nama Pati tersebut. Dedi menegaskan, 11 Pati tersebut merupakan para perwira terbaik yang dimiliki oleh institusinya.

"Masing-masing, berpangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen), dan bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen). Mereka perwira terbaik yang memiliki integritas tinggi di Polri," ungkap salah satu perwira bintang satu di Polri ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengutarakan harapannya agar ada unsur Polri di komisioner KPK. Alasannya, untuk menjalin kerja sama dengan institusi anti-rusuah tersebut yang menurutnya sangat diperlukan.

Hal ini diakui Tito, karena KPK menurutnya akan sulit menangani seluruh kasus korupsi maupun upaya pencegahan korupsi di negara yang luas ini, dari Sabang sampai Merauke yang terdiri ada 34 provinsi dan ada lebih dari 500 kabupaten/kota.

Sebagai informasi, pendaftaran capim KPK sudah resmi ditutup pada 4 Juli 2019. Tim Pansel Capim KPK mencatat ada 348 orang yang mendaftar. Selanjutnya, pansel KPK akan mulai melakukan seleksi administrasi, Jumat (5/7). Sedangkan hasilnya bakal diumumkan pada 11 Juli mendatang. Setelah itu, pansel KPK akan memasuki tahap meminta pendapat publik.

Peserta yang lolos tahap uji publik ini akan melaksanakan tes selanutnya, yaitu tahap wawancara. Proses tersebut diproyeksikan berlansung pada September. Setelah itu, pansel bakal mengeliminasi peserta menjadi 10 nama dan memberikannya kepada presiden untuk disaring.(hen/radartegal.com)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement