Advertisement

Rektor UGM Tolak Ceramah Ustad Abdul Somad, Berikut Surat Terbuka Menohok dari Seorang Alumni Universitas Gajah Mada...

Ustad Abdul Somad.foto/cnnindonesia.com

URBANNEWS.ID - Pascapenolakan Rektor Universitas Gajah Mada terhadap ceramah Ustad Abdul Somad, seorang Alumni UGM, Ahmad Daryoko mengeluarkan surat terbuka. Surat tersebut diterima redaksi urbannews.id, Selasa (15/9/2019). 

Berikut kutipan lengkap surat terbuka Ahmad Daryoko tersebut:

SURAT TERBUKA KPD REKTOR UGM TERKAIT PENOLAKAN UAS !!

PAK Rektor, saya sebagai salah satu alumni UGM merasa perlu menyampaikan catatan secara terbuka dalam konteks penolakan anda terhadap Ustadz Abdul Shomad (UAS) yang diundang BEM/KM UGM untuk menyampaikan ceramahnya, yang menurut saya ceramah itu gak berbeda dengan seminar. 

Dengan demikian respon Rektor yang menolak acara tersebut sangat kontradiktif dengan tradisi intelektualitas Kampus. Dengan penolakan ceramah UAS, berarti UGM tidak demokratis. Yang selama ini azas demokrasi adalah paham sekaligus strategi yang dijunjung tinggi oleh UGM.

Kalau yang terjadi justru penolakan terhadap salah satu "diksi" ilmiah, pertanyaan selanjutnya adalah dimana posisi strategis UGM yang katanya sebagai salah satu universitas "Center of excellent" Indonesia? Dengan kejadian ini hanya akan menunjukkan bahwa Civitas Academica UGM beserta para Alumninya hanya sekelas dengan gerombolan "taklid buta" dan tidak siap beradu argumentasi dengan ulama sekelas UAS! 

Rektor UGM tampak kecil dengan "tragedi" ini! Lembaga ilmiah ternyata kalah dengan kekuatan politik! Artinya kadar intelektual yang mestinya independen telah diinjak-injak oleh hegemoni politik!

Kejadian ini hakekatnya merupakan musibah dan lambang keruntuhan dinamika ilmiah di Indonesia! Dan lebih dari itu sikap "insist" seperti ini gak berbeda dengan era ORBA! Katanya era Jokowi adalah "anti thesa" ORBA? Mana faktanya?

Sebagai seorang alumni Fakultas Teknik UGM dan sebagai seorang Muslim, saya hanya mampu mengucapkan  kalimah tarji atas musibah ini:  "Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn!"

Semoga semua ini menjadi bahan muhasabah bagi para alumninya yang masih menjunjung tinggi tradisi intelektual/akademis dan bukan menjadi instrumen kekuatan politik yang mengedepankan target ideologi yang biasanya tidak mempertimbangkan  peradaban! Thanks Prof!

Thanks Prof !

Regards

Ahmad Daryoko

Alumni Fakultas Teknik UGM.

CC: Seluruh Civitas Academica dan Alumni UGM yg kebetulan membaca catatan ini.(hen)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement