Rizal Ramli: Tebaran Optimis yang Disebar Jokowi Memudar

Share Button:

Ekonomi stagnan di 5 persen, pengurangan kemiskinan terendah sejak reformasi, Presiden Widodo hanya bisa menurunkan 450 ribu orang miskin per tahun, bandingkan dengan era Gus Dur yang mampu menurunkan kemiskinan 5,05 juta pertahun


Rizal Ramli
Mantan Menko Ekuin RI

URBANNEWS.ID - Tokoh nasional Rizal Ramli menyayangkan pernyataan capres Jokowi di pidato politiknya yang dilakukan di Sentul, Bogor, tadi malam. 

Rizal menyebutkan banyak fakta yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Jokowi.

“Mulai hari ini, saya tidak akan lagi menyebut istilah Mas, karena saya biasanya panggil Mas Jokowi, tapi mulai hari ini saya akan panggil presiden Widodo,” tegasnya, dalam jumpa pers yang dilakukan di kawasan Tebet, Senin (25/2/2019).

Rizal mengungkapkan sejumlah masalah yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jokowi, namun berbeda pada penyampaiannya dalam pidato tersebut. 

"Indonesia memang perlu pemimpin yang optimis, baik dalam kehidupan pribadi maupun negara. Presiden memang menyampaikan optimis, tapi itu di tahun 2014. Apalagi Presiden Widodo jauh dari konsep Trisakti,” tegasnya.

Mantan Menko Ekuin era Gus Dur itu menegaskan, tebaran optimis yang diusung Jokowi memudar.

"Ekonomi stagnan di 5 persen, pengurangan kemiskinan terendah sejak reformasi, Presiden Widodo hanya bisa menurunkan 450 ribu orang miskin per tahun, bandingkan dengan era Gus Dur yang mampu menurunkan kemiskinan 5,05 juta pertahun,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan prestasi presiden Widodo paling rendah. 

"Paling rendah menurunkan kemiskinan karena garis ekonominya meninggalkan Trisakti, terutama karena impor ugal-ugalan, terutama menghapus subsidi listrik 450 dan 900 Watt. Boro-boro kedaulatan pangan tercapai, yang terjadi impor ugal-ugalan,” tukasnya.(indonesiakita.co)

Baca juga:

Share Button:
No Response

Leave a reply "Rizal Ramli: Tebaran Optimis yang Disebar Jokowi Memudar"