Soal Kasus Novel Baswedan, CERI: Publik Harus Tagih Komitmen Presiden Jokowi Perkuat KPK

Share Button:
Novel Baswedan.foto/republika.co.id

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman angkat bicara terkait pemberantasan korupsi di tanah air. Diutarakan Yusri kepada urbannews.id, Minggu (14/4/2019), publik harus menagih komitmen presiden yang pernah diucapkan 2014 lalu. 

"Harus ditagih komitmen Presiden dalam janji kampanye tahun 2014 akan memperkuat KPK dan otomatis melindungi petugas-petugas KPK dalam melakukan upaya sungguh-sungguh terhadap pemberantasan korupsi yang sudah kronis merongrong keuangan negara," tegas Yusri.

Menurutnya, kata melindungi itu bisa diterjemahkan dengan sikap serius dan tegas Presiden Jokowi menegur Kapolri agar segera diungkap kasus Novel Baswedan yang sudah 2 tahun lebih tidak ada titik terangnya, atau dilakukan reformasi di tubuh Polri.

"Kalau hal tersebut tidak dilakukan, tentu akan memperlemah semangat semua penyidik KPK dalam memberantas korupsi, karena tidak adanya jaminan resiko terhadap ancaman fisik dan nyawa petugas KPK dalam bertugas, karena jaringan mafia korupsi diduga sangat masif dengan melibatkan oknum penegak hukum yang sudah terkontaminasi," ujar Yusri.

"Kita juga tidak sabar menunggu janji-janji angin sorga, apakah ini indikasi pelemahan KPK itu?" ujar Yusri.

Terkait kasus Novel, dilansir jawapos.com, 13 April 2019, Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyerahkan pengusutan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ke pihak Polri. 

Menanggapi hal itu, Ketua WP KPK Yudi Purnomo menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis pada akhir Maret 2019 lalu. Idham juga merupakan Ketua Tim Pencari Fakta Kasus Novel ini.

“Kami sudah bertemu dan bertanya kepada Kabareskrim apakah pelakunya sudah ditangkap, dan dijawab belum ditangkap,” ucapnya, Sabtu (13/3). Sehingga, sebut Yudi, sebelum adanya perintah presiden, pihaknya sudah berinisiatif mendatangi Idham.

Selain itu, dengan belum tertangkapnya pelaku penyiraman, memperkuat argumentasi KPK terutama Novel bahwa dibentuknya TGPF independen di bawah presiden merupakan suatu keniscayaan.

“Apakah suatu kesalahan meminta kepada presiden kasus tersebut segera diungkap setelah dua tahun masih gelap? Bukankah presiden berjanji akan memperkuat KPK?” ungkap Yudi.

Menurutnya, salah satu bukti kongkret janji tersebut ialah bisa segera tertangkapnya pelaku teror kepada pegawai KPK. Sebab, tak terungkapnya pelaku teror membuat terhambatnya upaya pemberantasan korupsi.

“Jika terungkap menjadi bukti adanya penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi penegak hukum di negara ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, Novel yang merupakan penyidik KPK disiram air keras pada subuh 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, Novel harus menjalani serangkaian operasi di bagian matanya.

Hingga kini, siapa pelaku dan motif penyiraman air keras terhadap Novel itu belum juga terungkap. Meski, Kepolisian telah membentuk tim gabungan yang berisi pakar dan unsur lainnya untuk mempercepat pengusutan kasus ini.(hen/jawapos.com)

Share Button:
author
No Response

Leave a reply "Soal Kasus Novel Baswedan, CERI: Publik Harus Tagih Komitmen Presiden Jokowi Perkuat KPK"