Tender?

166 views
Tender?,5 / 5 ( 1votes )
Ilustrasi/foto/tirto.id

Oleh: Ahmad Daryoko, Koordinator Indonesian Infrastructure Watch (IIW)

JANGAN tanya Keppres 14, Keppres 80, Keppres 100 dan lainnya tentang pengadaan. Itu sdh kuno! 

Sekarang proyek-proyek besar gak pakai tender. Coba cek saja misalnya Proyek KA Jakarta-Bandung. Di sana dilaksanakan dengan konsep PPP (Public Private Partnership). 

PT KA (Persero) sebagai Perusahaan Publiknya, begitu juga beberapa BUMN yang ikut. China Internasional Railway sebagai private company-nya.

Mereka membentuk Konsursium. Tetapi uang Rp 76 triliun (biaya proyek) itu duitnya China. 

Semua diatur Jie Ping. Tidak ada tender. Wong gambar perencanaan saja cuma garis trace lintasan KA kok. Yang jelas rel KA-nya dibuat dari besi, itu saja yg pasti.

Spesifikasi teknik yang lain dibuat sambil pelaksanaan. Bahkan jembatan yang bentangnya 100 meter di Daerah Ciganea itu juga belum ada besteknya, saat Konsursium tadi ditunjuk. Apakah dari konstruksi baja atau beton atau yang lain? 

Semuanya baru ditentukan saat kontrak proyek sudah ditandatangani. Sehingga sangat mungkin biaya proyek sebenarnya jauh di bawah Rp 76 triliun seperti yang digembar-gemborkan selama ini!

Intinya, model proyek era China ini, apakah EPC, PPP, Turn key Project atau bentuk lain yang sejenis, sangat "empuk" untuk dijadikan bancakan! 

Maka logislah kalau kemudian KPK di "bunuh", karena sebentar lagi akan ada Mega proyek yang dilaksanakan secara EPC dengan uang China tentunya, yaitu proyek Rp 466 triliun untuk pemindahan  Ibu Kota yang tidak ada gambar, bestek dan volume pekerjaan, apalagi UU yang mendasarinya m, tetapi sudah diumumkan jumlah serta schedulenya. Aneh tapi nyata!***

Bagikan
No Response

Comments are closed.