Advertisement

Tim Penilai Akhir di Bawah Komando Presiden Harus Taat Hukum dalam Pengusulan Ahok Jadi Petinggi BUMN

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.foto/ist

URBANNEWS.ID - Mengingat tidak ada visi dan misi Menteri, tetapi yang ada adalah visi dan misi Presiden, maka wacana pengangkatan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai salah satu petinggi BUMN strategis harus dikaji ulang.

Demikian diutarakan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Kamis (14/11/2019) pagi.

"Meskipun ada usulan oleh petinggi BUMN bisa saja Presiden Jokowi memerintahkan merubah Permen BUMN 03 tahun 2015, akan tetapi itu jadi preseden buruk bagi BUMN sendiri untuk masa akan datang dengan menghilangkan syarat materil point 6 tentang berprilaku baik," ungkap Yusri Usman.

Maka, lanjut Yusri, akan muncul di kemudian hari jajaran direksi BUMN yang berprilaku tak baik tetapi tetap tidak dicopot.

"Kan ini bisa jadi kebijakan konyol, kan katanya kita selalu melakukan revolusi mental, tetapi prakteknya koq terbalik ya," ujar Yusri.

Oleh karena itu, kata Yusri, seharusnya Tim Penilai Akhir (TPA) di bawah komando Presiden Jokowi, harus memberikan contoh yang baik supaya bisa jadi teladan bagi tata kelola pemerintah yang baik.

Terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus mundur dari partai politik jika mengisi posisi sebagai direksi atau komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tidak ikut dalam partai politik, tidak boleh berkecimpung dalam partai politik. Kalau pun beliau mau masuk ke BUMN harus mengundurkan diri, karena BUMN itu ada surat semacam pakta integritas gitu, tidak boleh ikut dalam partai politik atau aktif dalam kegiatan politik," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/11).

Ahok merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia mengklaim diajak oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengurusi BUMN. Kabar Ahok bakal menduduki posisi puncak di perusahaan plat merah.

Klaim disampaikan Ahok usai bertemu Erick di Gedung Kementerian BUMN pagi tadi. Ahok mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, ia berbicara banyak hal dengan Erick soal perusahaan BUMN. Namun, Ahok belum diketahui akan mengisi posisi apa di perusahaan plat merah.(hen/cnnindonesia.com)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement