Warga Tangsel Antusias Ikuti Pelatihan Hidroponik PT IKPP

Warga Tangsel mengikuti pelatihan pertanian hidroponik yang digelar PT IKPP.foto/tangselpos.co.id

URBANNEWS.ID - Puluhan Warga Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel antusias mengikuti pelatihan budidaya hidroponik di Serua Farm, Bojongsari, Depok pada Kamis (5/9) yang diadakan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Tbk Tangerang. Urban farming salah satu solusi mengatasi sempitnya lahan perkotaan untuk bercocok tanam.

Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR) PT IKPP Tangerang untuk pemberdayaan masyarakat. Puluhan peserta ini diajak mengunjungi budidaya hidroponik dan diberi materi penanaman hingga panen sayuran hidroponik. Tak hanya itu, peserta pun terjun langsung melihat dan mempraktekkan cara penanaman sayur hidroponik.

Head of Sustainabilty PT IKPP Tangerang, Kholisul Fatikhin  menjelaskan, pelatihan hidroponik yang diikuti puluhan peserta dari Kecamatan Serpong Utara ini untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat. Penanaman sayuran hidroponik cukup mudah dan tidak memakan lahan. “Tanaman hidroponik lebih sehat, bebas dari bahan kimia serta sangat cocok untuk pertanian di perkotaan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah,” katanya didampingi Humas PT IKPP Tangerang, Achmad Junaedi dan Head of CSR PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang, Lily Yulianingsih di lokasi, kemarin.

Ia berharap dengan adanya pelatihan hidroponik ini, masyarakat bisa mempraktikkan di rumah dan mengembangkanya dengan menularkan ilmu ke para tetangga. Dengan harapan para tetangga juga melakukan hal yang sama belajar menanam sayur mayur melalui urban farming dengan memanfaatkan lahan yang ada. 

“Hasilnya, selain bisa dijual. Kan, bisa dikonsumsi keluarga. Pangsa pasar sayur hidroponik sangat bagus,” ujarnya.

Adapun peserta pelatihan hidroponik berasal dari Keluraha Paku Jaya, Paku Alam, Pakulonan Barat, dan LPM Kecamatan Serpong Utara. 

Pelatihan angkatan yang kedua kombinasi peserta tidak hanya para RT/RW, tapi ada juga remaja masjid. Kendati muda-mudi namun mereka begitu serius untuk menekuni dunia pertanian era sekarang. 

“Pelatihan hidroponik ini yang kedua kalinya. Program ini juga untuk mendukung urban farming di wilayah Serpog Utara,” ujarnya.

Pihaknya berharap, nanti akan muncul bibit-bibit anak muda yang dapat memelopori di lingkungan. Sebab sangat berpengaruh sekali adanya pelopor dari anak muda dalam membangun konsep hidroponik di lingkungan masyarakat. Jika sudah ada pelopor anak muda yang dapat menggerakan maka PT IKPP akan lebih mudah dalam pendampingan supaya terus berkembang.

“Kami sangat mengharapkan adanya pelopor dari anak-anak muda, supaya mereka selalu menggiatkan, memotivasi masyarakat ntuk giat dalam urban farming dengan hidroponik. Jika sudah ada pelopor bukan tidak mungkin, perkembangan urban framing akan semakin pesat,” harap Kholisul.

Salah satu peserta pelatihan, Sulaeman mengaku antusias diberi materi dan praktek budidaya hidroponik. Pelatihan ini membuat dirinya memahami pengembangan tanaman hidroponik. Tanpa harus memiliki lahan yang luas, masih dapat menamam, merawat lalu memanen. Tentu sekala kecil tahap belajar tidak muluk-muluk tinggi, asalkan berhasil mempraktekkan ilmu yang diajarkan dan berhasil memanen.

“Sampai rumah langsung saya praktikkan. Saya apresiasi kepada Indah Kiat (PT IKPP Tangerang) yang telah memberikan kesempatan kepada warga untuk diberi pelatihan budidaya hidroponik ini,” terangnya.

Sementara, Pemilik Serua Farm Charlie Tjendapati mengatakan, pasar sayur hidroponik sangat menjanjikan. Pasalnya, selama ini ia kewalahan memenuhi permintaan dari supermarket, mall, resto dan cafe di Jakarta. 

Ia pun mempersilahkan para peserta yang ingin join bisnis memuhi permintaan pasar. Dengan catatan, harus kontinu atau terus menerus, kualitas serta kuantitas juga harus diperhatikan.

"Perbulan permintaan dari konsumen sekitar Jakarta mencapai enam ton. Tapi kita baru bisa memproduksi dua ton,” katanya.

Tingginya permintaan sayuran hidroponik, kata Charlie, salah satunya karena dinilai konsumen sayuran lebih bersih, lebih renyah karena kandungan air lebih banyak ketimbang ditanam di tanah. Selain itu bebas peptisida di mana jika dikonsusmi ini berbahaya bagi kesehatan tubuh. Di lahan pertanian seluas 1000 meter persegi ini sayuran hidroponik didominasi kangkung, bayam, sawi dan pokcay.

“Selain suplai ke supermarket, banyak juga ke pedagang-pedagang eceran. Biasanya mereka mengutamakan jenis sayuran berkualitas. Ada perbedaan tanaman hidroponik rasanya jauh lebih enak,” tandasnya.

Hidroponik dapat digunakan untuk jenis tanaman sayuran kangkung, pakcoy, selada, bayam, kailan, bawang daun. Demikian untuk jenis tanaman herbal meliputi basil, mint, parsley, rosemary, coriender, thyme dll. Serta jenis tanaman hias, chrisant, anggrek, bunga matahari, edibel flower dan rose serta sayur buah seperti tomat, cabe, paprika, semangka, melon, strawbery dan timun.(hen/tangselpos.co.id)

Bagikan
No Response

Comments are closed.