Apresiasi Langkah KPK, CERI Sarankan Telisik Kerugian Negara Akibat Hutang PT AKT ke Pertamina Patra Niaga

Share Button:

URBANNEWS.ID - Langkah KPK menelusiri dugaan tindak pidana korporasi PT Borneo Lumbung Energi and Metal serta anak perusahaannya PT Asmin Koalindo Tuhuf, menuai apresiasi pengamat energi dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI). 

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Minggu (24/2/2019) bahkan menyatakan, KPK juga mestinya tidak mengenyampingkan potensi kerugian negara akibat hutang PT AKT ke PT Pertamina yang mencapai Rp 600 miliar. 

"Kalau KPK serius menjerat PT Borneo Lumbung Energi pidana korupsi korporasi, seharusnya KPK mengembangkan dugaan korupsi antara PT Borneo Lumbung Energi melalui anak usahanya PT Asmin Koalindo Tuhuf dengan PT Pertamina Niaga, ada potensi kerugian Pertamina sekitar Rp 600 miliar," ungkap Yusri Usman.

Dilansir eksplorasi.id pada 19 September 2018 lalu, PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), anak usaha PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BLEM), diketahui memiliki utang kepada PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero), hingga mencapai lebih dari Rp 451,66 miliar.

Jumlah utang itu merupakan besaran yang diakui oleh PT AKT dalam rapat verifikasi di Pengadilan Niaga. Besaran itu merupakan konversi lebih dari USD 33,59 juta atau minus lebih dari Rp 15,16 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun Eksplorasi.id, utang PT AKT ke Patra Niaga bermula pada 10 Februari 2009, saat ditekennya perjanjian jual beli BBM jenis solar alias high speed diesel (HSD).

Share Button:
author
No Response

Leave a reply "Apresiasi Langkah KPK, CERI Sarankan Telisik Kerugian Negara Akibat Hutang PT AKT ke Pertamina Patra Niaga"