CBA Minta KPK Segera Panggil Paksa Cak Imin

7 views
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.foto/sinarharapan.co

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (CBA) mengaku sangat kecewa dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini. Menurut CBA, KPK nampak tidak serius dalam menangani kasus-kasus besar, apalagi yang menyangkut nama besar, Firli Bahuri dan kawan-kawan selalu ciut tak berdaya.

Demikian diungkapkan Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis, Jajang Nurjaman kepada urbannews.id, Selasa (28/1/2020).

"Contohnya, untuk menghadapi Direktur Utama PT KBN Sattar Taba soal dugaan kasus korupsi duit negara sebesar Rp 64 miliar, KPK seperti tidak punya niat untuk menyelidiki," ungkap Jajang.

Selanjutnya, kata Jajang, kasus suap KPU yang menyeret PDI Perjuangan, KPK Juga seolah tidak berdaya.

"Bahkan sampai saat ini Harun Masiku yang bisa jadi kunci penyelidikan tidak mampu dideteksi KPK. Penciuman dan keberanian KPK seolah-olah hilang di hadapan partai berkuasa ini," ungkapnya.

Terakhir, kata Jajang, KPK juga nampak ciut jika berhadapan dengan Ketum Parpol. "Misalnya kasus yang menyeret Muhaimin Iskandar (Cak Imin), lagi-lagi Firli Bahuri dan kawan-kawan ciut seperti ayam sayur," kata Jajang.

Padahal, lanjut Jajang, Musa Zainuddin melalui Justice Collaborator (JC) sudah terang-terangan mengakui terdapat aliran uang ke Muhaimin Iskandar sebesar Rp 6 miliar.

"Selain itu kasus gratifikasi mantan Bupati Lampung Tengah Mustofa sebesar Rp 95 miliar. Mustofa mengaku sebagian duit haram ini Rp 18 miliar mengalir ke kantong petinggi PKB," ujarnya.

Namun, kata Jajang, hingga saat ini Firli dan kawan-kawan tidak sanggup memeriksa Cak Imin. "Hal ini jelas memalukan. KPK tidak seperti dulu lagi, yang tak pandang bulu dalam memberantas korupsi. Mau itu keluarga presiden, Ketum Parpol, siapapun yang rampok duit rakyat pasti dihajar," ujarnya.

"Kami berharap KPK balik ke karakter seperti dulu lagi, agar tidak kehilangan marwah. langkah pertama dengan memanggil paksa Muhaimin Iskandar untuk diperiksa atas kasus-kasusnya," tutup Jajang.

Sementara itu, dilansir tempo.co, 27 November 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan telah menerima surat dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Surat itu menjelaskan alasan mengapa Cak Imin belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan KPK dalam kasus suap proyek di Kementerian PUPR.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan di suratnya Cak Imin menyatakan sudah memiliki kegiatan selaku pimpinan DPR sampai Desember 2019. "Surat yang terakhir disampaikan itu yang bersangkutan mengirimkan daftar kegiatan pimpinan DPR RI, daftar kegiatan itu full sampai 23 Desember," kata Febri di kantornya, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Febri mengatakan KPK akan meneliti lebih jauh kebenaran alasan yang diberikan Cak Imin. Menurut dia, semua anggota DPR yang pernah diperiksa KPK juga memiliki jadwal kegiatan. Akan tetapi, panggilan pemeriksaan merupakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi.

Febri memastikan KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan untuk Muhaimin. Namun, tanggal pemanggilan belum ditentukan.

Sebelumnya, Cak Imin dipanggil untuk diperiksa KPK sebagai saksi pada 19 November 2019. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, pengusaha Hong Arta John Alfred. Namun, Wakil Ketua DPR ini tak memenuhi panggilan tersebut.

Pemeriksaan terhadap Muhaimin ini dilakukan setelah KPK menemukan kesaksian baru mengenai aliran duit korupsi proyek jalan di PUPR. Adalah pengakuan eks politikus PKB Musa Zainuddin yang membeberkan dugaan aliran dana ke sejumlah petinggi PKB.

Musa dihukum sembilan tahun penjara karena terbukti menerima suap Rp7 miliar untuk meloloskan proyek infrastruktur Kementerian PUPR di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016. Uang itu berasal dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Dari dalam penjara, mantan Anggota Komisi Infrastruktur DPR ini mengirimkan surat permohonan Justice Collaborator ke KPK pada akhir Juli 2019. Surat itu membeberkan dugaan aliran duit kepada petinggi PKB.(hen/tempo.co)

Bagikan Jika Bermanfaat