Advertisement

KPK Tahan Tersangka Oknum Kantor Pajak Penerima Suap Rp 1,8 Miliar untuk Pencairan Restitusi

Hadi Sutrisno (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. foto/Helmi Afandi Abdullah/kumparan

URBANNEWS.ID - Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK kembali menahan satu tersangka suap restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE), yaitu Hadi Sutrisno. Tersangka adalah mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

"Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. Penahanan tersangka HS selama 20 hari,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Sebelumnya, KPK telah menahan pemilik saham PT WAE Darwin Maspolim; Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Yul Dirga, ketua tim pemeriksa pajak PT WAE, Jumari; dan anggota tim pemeriksa pajak PT WAE, M Naim Fahmi.

"Tersangka DM (Darwin Maspolim), pemilik saham PT WAE, diduga memberi suap sebesar Rp 1,8 miliar untuk YD (Yul Dirga), HS (Hadi Sutrisno), JU (Jumari), dan MNF (M Naim Fahmi) agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp 5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp 2,7 miliar," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/8).

PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer untuk mobil merek Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.

Tersangka pemberi:

1. DM (Darwin Maspolim) Komisaris Utama PT. WAE (sebelum Tahun 2017) dan Komisaris PT. WAE (sejak Tahun 2017) 

Tersangka penerima:

1. YD (Yul Dirga) Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Kanwil Jakarta Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil

2. HS (Hadi Sutrisno) Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga 

3. JU (Jumari), Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE

4. MNF (M Naim Fahmi), Anggota Tim Pemeriksa Pajak PT WAE

KPK menduga adanya suap terkait pengajuan restitusi pajak PT WAE untuk tahun 2015 dan 2016. Besaran pengajuan restitusi pajak PT WAE sebesar Rp 5,3 miliar untuk tahun 2015 dan Rp 2,7 miliar untuk tahun 2016.

Masih korup

Korupsi di kantor pajak kembali terulang, nyatanya gaji besar pegawai pajak masih belum cukup menahan ambisi untuk korupsi.

Yang terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Hadi Sutrisno atas keterlibatannya dalam kasus dugaan suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Eka Marga (PT WAE) tahun pajak 2015 dan 2016.

Secara rata-rata per bulan gaji rata-rata pegawai pajak sekitar Rp 6,84 juta-Rp 122,99 juta. Berdasarkan Perpres No.37/2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak Jabatan pelaksana berpenghasilan Rp 5,36 juta per bulan. Sementara pejabat stuktural eselon satu mencapai Rp 117,37 juta per bulan. 

Adapun gaji pokok DJP berdasarkan PP No.30/2015 mengatur gaji pokok golongan I a mencapai Rp.1,45 juta per bulan. Untuk golongan IV e mencapai Rp 5,62 juta per bulan.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan Ditjen Pajak mendukung dan menyerahkan proses hukum atas para pegawai tersebut sepenuhnya kepada KPK. 

“Mereka sudah dibebaskan dari jabatannya sejak menjadi tersangka bulan Mei lalu, dan hukuman disiplin kepegawaian sampai dengan pemberhentian pasti akan dilakukan ketika kasusnya sudah incracht,” kata Hestu kepada Kontan.co.id, Rabu (9/10).

Hestu mengaku DJP tidak mentolerir pegawai yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangan seperti itu. Menurutnya terpidana telah mencederai perasaan puluhan ribu pegawai pajak lainnya yang bekerja dengan jujur, profesional dan selalu menjaga integritas.(hen/republika.co.id/detik.com/kontan.co.id)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement