Sofyan Basir Tersangka, Dirut Pertamina Nicke Widyawati Bisa Terseret Kasus PLTU Riau-1

Share Button:
Direktur Utama PLN Sofyan Basir.foto/tempo.co

URBANNEWS.ID - Nama Direktur Utama PT Pertamina Persero, Nicke Widyawati makin terdesak. Ia diprediksi bakal ikut terjerat dalam pusaran kasus korupsi proyek PLTU Riau 1, menyusul penetapan status tersangka terhadap Direktur Utama PLN, Sofyan Basir oleh KPK, Selasa (23/4/2019). 

Demikian diutarakan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada urbannews.id, Selasa petang.

"Meskipun terlambat penetapannya, namun kita harus mengapresiasi kinerja KPK dalam mengungkap kasus ini, karena sudah hampir 10 bulan KPK belum menetapkan tersangka dari pihak PLN. Padahal bukti-buktinya sudah lebih dari cukup," ujar Yusri Usman.

Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan pengembangan kasus itu menyeret Nicke, yang kini menjadi orang nomor satu di Pertamina. 

"Maka tidak tertutup kemungkinan dari pengembangan keterangan Sofyan Basyir bisa menyeret Nicke Widyawati dan Iwan Supangkat dalam konspirasi ini," ungkap Yusri.

Yusri membeberkan, munculnya proyek PLTU Riau 1 diawali oleh perencanaan yang saat itu di bawah kewenangan Direktur Perencanaan Strategis 1 yang dijabat Nickey Widyawati.

"Bahkan sudah saatnya KPK mengungkap kasus lainnya dalam proyek pembangkit 35.000 MW yang mungkin sama modusnya dengan kasus PLTU Riau 1, karena sudah menjadi rahasia umum," sergah Yusri.

Seperti diketahui, dikutip dari tempo.co, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir menjadi tersangka dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. 

KPK menyangka Sofyan membantu Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Selain itu, KPK juga menyangka Sofyan menerima janji atau hadiah dengan bagian yang sama besar dengan yang diterima Eni Saragih. "KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang, di kantornya, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

Saut menuturkan kasus ini bermula pada Oktober 2015 ketika Kotjo mengirimkan surat permohonan agar proyek PLTU Riau-1 masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik milik PT PLN. Ketika PLN tak menanggapi surat tersebut, Kotjo meminta bantuan Eni untuk memfasilitasi pertemuan dengan Sofyan Basir.

Saut mengatakan, setelah itu diduga terjadi pertemuan-pertemuan yang melibatkan Sofyan, Eni, dan Kotjo. Lalu pada 2016, kata Saut, Sofyan diduga memasukan proyek PLTU Riau-1 ke RUPTL meskipun Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan belum dikeluarkan.

Perpres itu memberikan kuasa bagi PT PLN untuk menunjukan langsung rekanan bagi proyek pembangkit listrik. Sofyan lalu juga menunjuk perusahaan yang diwakili Kotjo sebagai penggarap PLTU Riau-1.(hen/tempo.co)

Share Button:
author
No Response

Leave a reply "Sofyan Basir Tersangka, Dirut Pertamina Nicke Widyawati Bisa Terseret Kasus PLTU Riau-1"