Advertisement

Ada Apa dengan BPIW?

beberapa waktu yang lalu ada pipa Peramina meledak di KM 129 Tol Padaleunyi Bandung. foto/kompas.com

Oleh : Ahmad Daryoko, Koordinator Indonesia Infrastruktur Watch

BADAN Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) itu 'just' strategi untuk menyiasati agar proyek EPC China lancar!! Maka tidak butuh Konsultan! Karena hampir semua proyek Infrastruktur menganut System EPC dan tidak melalui Feasibility Study, AMDAL, Pra Design, dan Detail Design secara matang!

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu ada pipa Peramina meledak di KM 129 Tol Padaleunyi Bandung! Ledakan diketahui karena terkena tiang pancang Proyek Kereta Cepat Bandung Jakarta yang dikerjakan oleh China!

Semua bisa terjadi termasuk meledaknya pipa tersebut, karena EPC System. Mengapa proyek KA tersebut dilaksanakan secara EPC System?

Jawabannya karena, pertama kejar tayang. Sehingga perencanaan detailnya menyatu dengan pelaksanaan konstruksi.

Kedua, biayanya diadakan oleh Kontraktor Pelaksana proyek tersebut. Karena Kontraktornya dari China maka banknya juga dari China, Konsultannya pun dari China yang merupakan bagian dari kontraktor tersebut.

Akibatnya antara lain, tidak bisa ditentukan kualitas dan kuantitas proyek tersebut. Karena saat penandatanganan kontrak hanya ditentukan jumlah biaya dan schedulenya saja, sedang spesifikasinya belum ada.

Selain itu, karena Technical Specifikasi baru dibicarakan sambil berjalannya proyek, maka akan dipertnyakan kualitas proyek EPC tersebut.

Tak kalah penting, karena FS-nya hanya asal-asalan, maka boleh dibilang proyek tersebut sangat politis dan tidak berdasarkan pertimbangan kelayakan ekonomi serta kebutuhan yang mendesak.

Kesimpulannya, pelaksanaan infrastruktur dengan BPIW-nya hanya merupakan jurus 'money loundry' dan indikasinya merupakan bagian dari skenario OBOR yang sangat spektakuler dari China, yang berujung bertekuk lututnya Indonesia ke China! Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn!!***

urbannews: @@urbannews13
Advertisement