Catatan di Lauhul Mahfudz Ada Prabowo yang Didukung dan Dikhianati (Kisah Cicak dan Burung Pipit)

Oleh: Hans Suta Widhya, Sekretaris Jenderal Front Pribumi

KONDISI Prabowo Subianto dan Sandiaga mengingatkan kita pada kisah ribuan tahun silam, yaitu kisah dukungan dan pengkhianatan.

Dahulu saat Nabi Ibrahim Alaihi Salam dibakar oleh Raja Namrud datanglah burung pipit yang bolak-balik mengambil air dan meneteskan air itu di atas api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam.

Cicak yang melihatnya tertawa.

"Hai pipit! Bodohnya yang kau lakukan itu. Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja, mana mungkin bisa memadamkan api itu?"

Burung pipit pun menjawab: "Wahai cicak, memang tak mungkinlah aku bisa memadamkan api yang besar itu, tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai dizhalimi. Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil memadamkan api itu atau tidak. Yang dimaksud Pipit, pasti Allah akan melihat dimana dirinya berpihak. 

Sang Cicak terus tertawa sambil menjulurkan lidahnya ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam agar cepat membesar. Memang tiupan cicak tak ada artinya untuk menambah besar api yang membakar Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Namun Allah pasti melihat sang Cicak berpihak, yaitu ia tidak berpihak pada Ibrahim. 

Hikayat ini terjadi sekarang, dan sejarah selalu berulang di tanah bumi pribumi nusantara. Beberapa lalu berulang sejarah perbuatan penistaan agama lewat ayat Al Maidah 51 oleh mulut kotor, dan kelak akan terus berulang saat Al-Qur'an dinistakan, suara Azan dipermasalahkan, bendera tauhid dibakar dan Pembela Agama dikriminalisasi.

Kami bertanya padamu sahabat, dimana kalian berpihak? Ketahuilah, memang pilihanmu tidak akan mengubah sedikitpun takdir Allah. Tapi, ingatlah bahwa Allah akan mencatat dimana kamu berpihak. 

Berada di barisan mana dirimu saat Pilpres 2019 berlangsung, siapa yang kamu dukung untuk menjadi pemimpin mu periode 2019 sampai dengan 2024. Sekali ingat lah, siapa pun yang kamu pilih jadi Pemimpin di Indonesia, kelak akan dimintai pertanggungjawaban di Padang Mahsyar. 

Ribut memperjuangkan kebenaran, kejujuran dan keadilan adalah lebih terhormat daripada diam dan membiarkan kecurangan berlanjut terus. Semoga Allah menyatukan kita di dalam sorgaNya kelak.***

Bagikan
No Response

Leave a reply "Catatan di Lauhul Mahfudz Ada Prabowo yang Didukung dan Dikhianati (Kisah Cicak dan Burung Pipit)"