Advertisement

Jokowi Sudah Tumbuh Gigi Mau Gigit Mafia Import? Selama Ini Gigi Jokowi Kemana Aja?

Ilustrasi/net

Oleh: Nasrudin Joha 

"SEKALI lagi saya sampaikan, di mana-mana, jangan ada yang coba-coba menghalangi saya untuk menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan, pasti akan saya gigit dengan cara saya." (Jokowi, 11/11)

Jokowi menghadiri HUT ke-8 Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11) malam. Dalam kesempatan itu, selain menyinggung komitmen koalisi dengan NasDem, Jokowi juga menekankan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

Menurutnya, saat ini langkah pemerintah untuk memprioritaskan produksi minyak dalam negeri. Jokowi mengaku tak ingin Indonesia terus-terusan mengandalkan impor, bahkan berjanji menindak tegas pihak-pihak yang menghambat produksi minyak nasional.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengultimatum siapapun yang berusaha menghalangi kebijakan menekan Import akan ditindak tegas, akan digigit. Entah, darimana diksi 'Gigit' ini dipelajari Jokowi.

Pernyataan Jokowi akan menggigit siapapun yang mencoba menghalangi kebijakan menekan Import bisa dipahami dalam beberapa hal.

Pertama, hal ini menunjukan bahwa Import yang terus menggurita dan luar biasa besar ini, tidak berada dalam kendali Jokowi. Artinya, Jokowi tak bertaji, bahkan tak bergigi.

Sepertinya, di periode kedua ini gigi Jokowi mulai tumbuh, sehingga bisa digunakan untuk mengancam para mafia Import. Namun, dalam konteks mafia, anak bayi keledai yang baru tumbuh gigi tak mungkin bisa membuat takut gerombolan serigala dan macan mafia Import. 

Artinya, jika tak bisa dipahami basa-basi politik, ujaran Jokowi yang akan 'menggigit' mafia Import itu hanya gertak sambal saja. Bagi orang yang baru terpilih menjadi Presiden, ini cuma pencitraan saja. Membuat janji baru untuk menutupi janji-janji lama.

Janji Jokowi tak akan Import itu bukan saat ini saja digaungkan, bahkan saat orang yang meninggalkan amanah Gubernur DKI ini menjadi Capres di tahun 2014, Jokowi sudah umbar janji tidak akan Import. Bahkan bukan hanya sektor minyak, semua sektor khususnya pangan saat itu dijajikan Jokowi akan distop.

Kedua, pernyataan Jokowi akan menggigit mafia Import ini sesunguhnya adalah tamparan keras kepada Nasdem dan disampaikan di forum kongres Nasdem. Mengingat, kebijakan Import sebelumnya itu dilakukan di masa Mendag Enggar Lukita dari Nasdem. 

Jadi, Jokowi mau buang badan bahwa Import yang lalu ugal-ugalan itu karena menterinya dari Nasdem. Jokowi ingin menegaskan, kebijakan Import ugal-ugalan itu kesalahan Enggar Nasdem, bukan kesalahan Presiden.

Ketiga, pernyataan Jokowi ini menandai babak baru mafia Import. Kalau sebelumnya, mafia Import di bawah kendali klan Nasdem melalui otoritas Mendag, saat ini 'tahta kerajaan import' itu telah dialihkan.

Dengan dilantiknya Agus Suparmanto sebagai Mendag, tahta mafia import telah dialihkan dari Nasdem ke PKB. Ini kesalahan Jokowi kedua, setelah sebelumnya mengangkat Enggar dari partai Nasdem menjadi menteri.

Semestinya, posisi Mendag ditempati profesional, yang paham dunia usaha, bukan politisi. Wacana akan 'menggigit' mafia Import itu pada akhirnya hanya gertak sambal belaka. Memangnya Jokowi berani menggigit Cak Imin?

Meski tak punya brewok seperti Surya Paloh, tapi kepiawaian politik Cak Imin tidak bisa dianggap remeh. Gus Dur saja bisa lewat, apalagi cuma Jokowi?

Jadi sudahlah Pak Jokowi, baru punya gigi seri saja sudah berkoar-koar akan menggigit. Belajar makan bubur saja dulu, Ga usah berbusa mau menggigit mafia Import.***

urbannews: @@urbannews13
Advertisement