Salam dan Doa untuk Indonesia di Mahkamah Konstitusi

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang PHPU Pilpres 2019 itu akan dilanjutkan pada Selasa (18/6/2019) dengan agenda mendengar jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan Bawaslu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Oleh: Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI

KAMI meyadari bahwa para pendiri negara dan pejuang bangsa, bertekad kuat pasca Indonesia merdeka, untuk mewujudkan cita-cita proklamasi 1945. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Saat ini tantangannya bukan lebih ringan menghadapi derasnya Ideologi trans nasional dan pertarungan kekuatan ekonomi global. Dibutuhkan konsistensi dan soliditas nasional. Problematika perbedaan diantara segenap bangsa atas dasar SARA harusnya sudah selesai.

Pada era kebebasan, keterbukaan yang ditopang kemajuan teknologi informasi, harus fokus memajukan prinsip-prinsip HAM, Demokrasi, supremasi hukum dan Keberlangsungan SDA dan Lingkungan untuk  keadilan, kesejahteraan, kemakmuran dan keberlangsungan generasi berikutnya.

 

Mari kita ciptakan iklim yang semakin kondusif melalui semangat persatuan dan kesatuan, keteladanan dan sikap kenegarawanan. Kekuatan, kemajuan dan pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan stabilitas sosial, politik, pertahanan dan keamanan.

Masih banyak dan tidak ringan tantangan yang harus dihadapi pemerintah, negara dan bangsa dalam kondisi kekinian, baik di dalam maupun luar negeri.

Hanya dengan optimisme dan semangat persatuan dalam keragaman, dibawah naungan Pancasila sebagi Ideologi Negara, kita dapat menghadapinya dan meraih sukses menjadi Negara terdepan, maju, modern yang demokratis, adil dan makmur. 

Kami meyakini para Hakim Mahkamah Konstitusi, sebagai negarawan akan bekerja dengan penuh arif dan bijak atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, memutus berdasarkan hukum yang berideologikan Pancasila, sebagai pandangan hidup, jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Berdasarkan konstitusi UUD 1945, Undang Undang MK dan Hukum Acara yang berlaku. Menegakkan hukum berdasarkan Hukum.

Mari kita dukung dan doakan, semoga Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa, memberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam memutus perkara perselisihan hasil Pilpres 2019. 

Memberkahi dan melindungi kita semua, segenap anak bangsa dalam meraih kesempurnaan hidup, sebagai bakti kepada ibu pertiwi dan Ibadah kepada Illahi. Kabulkanlah doa kami.**

Bagikan
No Response

Leave a reply "Salam dan Doa untuk Indonesia di Mahkamah Konstitusi"