Advertisement

Dosen 'Triple Z' Fakultas Hukum UIR Beri Penyuluhan Hukum di XIII Koto Kampar

Kegiatan penyuluhan hukum civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Riau di XIII Koto Kampar, Selasa (12/11/2019).foto/ist

URBANNEWS.ID - Untuk mengetahui dan menyampaikan hukum kepada masyarakat, tiga dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (UIR), Zulfikri Toguan, Zulkarnaen S dan Zulkarnaen Umar menyelenggarakan Penyuluhan hukum di XIII Koto Kampar Selasa (12/11/2019).

Kegiatan penyuluhan itu difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Perdata. 

Penyuluhan didampingi beberapa orang dosen jurusan perdata. Di antaranya Prof Tamrin, Surizky, Rasydi, Aryo, Rony, Sri Arlina, Desy Apriani, Moza, Raja Febrina, Teguh. Turut hadir juga mahasiswa jurusan perdata sebanyak 70 orang.

Zulfikri sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan ini mengatakan, hukum yang baik adalah hukum yang hidup dalam masyarakat, bukan hukum yang tersusun rapi dalam Kitab Undang-undang. Oleh sebab itu, masyarakat harus mengetahui bagaimana pengaturan hukum antara benda bergerak (mobil) dan benda tetap (tanah).

"Banyak kasus di masyarakat akibat kurang mengertinya masyarakat atas aturan hukum jual beli dua jenis benda ini akhirnya timbul kerugian karena termasuk perbuatan melanggar hukum," kata Zulfikri.

Hukum jual beli benda bergerak, lanjut Zulfikri, pemiliknya adalah orang yang menguasai benda tersebut namun dokumen atas benda tersebut harus dimiliki pemiliknya walau belum atas namanya.

"Berbeda dengan benda tidak bergerak, pemiliknya adalah nama orang yang tercantum dalam dokumen hukumnya yaitu sertifikat tanahnya," kata Zulfikri.

Dengan demikian, kata Zulfikri, sahnya jual beli jika pemiliknya benar yang bertindak sebagai penjual, jika bukan pemilik sebaiknya masyarakat jangan mau mengeluarkan uang untuk membelinya.

Pembicara lain, Zulkarnaen Umar pada kesempatan itu antara lain memaparkan telah terjadi peningkatan angka perceraian di masyarakat akibat perekonomian yang menurun, akibat penggunaan tekhnologi yaitu bertemunya kawan lama melalui laman facebook dan terjadi selingkuh. 

"Hukum perkawinan mengatur agar orang yang telah menikah harus bersunghuh-sungguh mempertahankan dan menjaga pernikahannya karena itu amal yang mulia," ungkap Zulkarnaen Umar.

Zulkarnaen S, pada kesempatan itu menyampaikan tentang bahaya Narkoba yang telah membuat masyarakat menjadi Sakau, yaitu sakit karena dikau. Ia juga menegaskan, hukuman bagi pencandu narkoba dengan rehabilitasi sampai hukuman mati.

Acara ditutup oleh pemuka masyarakat, Ali Basya. Ia mengharapkan semoga kegiatan ini bermanfaat bagi mayarakat sekitarnya.(hen)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement