Advertisement

Televisi Swasta Ogah Bangun Pemancar Hingga Pelosok, Warga Negara Tak Dapat Hak Sama di Bidang Penyiaran

Wakil Ketua KPID Riau, Hisam Setiawan.foto/dok

URBANNEWS.ID - Masyarakat Indonesia di wilayah kurang maju dan wilayah perbatasan masih belum bisa menikmati tayangan program televisi swasta nasional secara gratis. Tak ayal, warga negara Indonesia selama ini tidak mendapat hak yang sama dalam bidang penyiaran.

Demikian diutarakan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, Hisam Setiawan, Minggu (6/10/2019).

"Kami KPI se Indonesia sih sudah menyatakan penegasan sikap KPI, bahwa siaran free to air itu mesti gratis bagi semua warga negara. Sikap ini perlu kami ungkapkan lantaran KPI sedang dan harus menjalankan amamah menjaga kepentingan masyarakat di wilayah ekonomi kurang maju dan wilayah perbatasan tersebut," beber Hisam.

Hisam tidak menampik, selama ini masyarakat tersebut selama ini hanya bisa mengakses siaran televisi swasta free to air menggunakan perangkat parabola dan berlangganan TV Kabel.

"Program televisi swasta free to air itu banyak yang belum membangun pemancar terrestrial di wilayah-wilayah tersebut, karena secara bisnis kurang menguntungkan," ujarnya.

Hisam juga menambahkan, sikap KPI tersebut dikeluarkan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI melalui penyiaran.(hen)

urbannews: @@urbannews13
Advertisement