Ajam ‘Terperangah’ Tarif Tol Naik Tiga Kali Lipat

Share Button:
ANTREAN kendaraan terjadi di gerbang tol Kalihurip Utama perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang pada hari pertama pengoperasian gerbang tol tersebut, Kamis 23 Mei 2019. Kemacetan diduga akibat banyak pengemudi yang tidak mengetahui kenaikan tarif di sana.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

URBANNEWS.ID - Sejumlah pengguna jasa tol Jakarta-Cikampek mulai mengeluhkan pengoperasian gerbang tol utama yang berlokasi di Kalihurip, Cikampek. 

Selain menimbulkan kemacetan, penggunaan gerbang tersebut juga memunculkan kenaikan tarif tol di atas kewajaran.

"Saya tidak habis pikir, masak tarif tol dari gerbang Cikopo hingga gerbang utama tarifnya Rp 15 ribu. Padahal, tarif sebelumnya dari Cikopo hingga Karawang Timur hanya empat ribu rupiah," ujar salah seorang pengguna tol Jakarta Cikampek, Ajam, Jumat 24 Mei 2019.

Ajam mengaku setiap hari menggunakan jasa tol tersebut. Sebab, dia tinggal di wilayah Cikampek, sedangkan tempat kerjanya di Karawang.

Kenaikan tarif tol itu dinilai Ajam di luar batas kewajaran karena mencapai 300 persen lebih. Dia meminta pihak Jasa Marga mengevaluasi kembali kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek.

"Jika lewatnya hanya sekali-kali mungkin tidak akan teras berat. Tapi bagi saya yang setiap hari melintasi tol itu, merasa terbebani," katanya.

Hal senada dikatakan, Rian, pengguna jasa lainnya. Dia mengaku pulang-pergi dari Purwakarta ke Karawang menggunakan tol. 

Rian kaget ketika menempelkan e-money di gardu Kalihurip. Ternyata perjalanannya dari gerbang Sadang hingga gerbang Kalihurip harus membayar Rp 22 ribu.

Padahal sebelum ada gerbang utama Kalihurip, dia cukup membayar Rp 10 ribu dari Sadang hingga Karawang Timur. 

"Kalau tarif ini berlaku permanen, saya harus menyiapkan uang Rp 750 ribu per bulan," katanya.

Seperti halnya Ajam, Rian pun berharap ada kebijakan baru dari pihak Jasa Marga agar lonjakan tarif tol Jakarta-Cikampek tidak terlalu tinggi. "Kenaikannya tidak rasional. Masa sekali naik 300 persen lebih," katanya.

Menurutnya, ruas tol Jakarta-Cikampek telah beroperasi sejak puluhan tahun silam. Artinya, biaya pembangunan tol sudah tertutup dari pembayaran penggunanya.

Saat ini, lanjut dia, pihak Jasa Marga tinggal mengeruk untungnya saja. "Sangat tidak bijak menaikkan tarif tanpa memperhitungkan jarak dan pelayanan. Sebab, tol ini kerap dilanda kemacetan," ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari tempo.co, PT Jasa Marga Persero Tbk. memindah Gerbang Jalan Tol Cikarang Utama ke Gerbang Tol Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama. Kebijakan tersebut berimbas pada kenaikan tarif tol untuk kendaraan golongan tertentu.

Corporate Communications Jasa Marga, Irra Susiyanti, mengatakan pemindahan gerbang tol resmi dilakukan pada Kamis, 23 Mei 2019. "Efektif pukul 00.00 WIB," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 24 Mei 2019.

Pemindahan gerbang jalan tol tersebut salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi kemacetan pada masa mudik Lebaran 2019. Jasa Marga menengarai Gerbang Tol Cikarang Utama tak akan mampu menampung jumlah kendaraan dari Jakarta sebab beberapa gerbang dinonaktifkan karena terdampak proyek jalan tol elevated dan LRT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, lonjakan tarif tol berlaku untuk kelas kendaraan golongan I, yakni sedan, jip, truk kecil, dan bus. Kenaikan tarif paling tinggi untuk rute Cikarang Barat-Cibatu, dari Rp 1.500 menjadi Rp 12 ribu atau 600 persen. Sedangkan kenaikan tarif 50 persen berlaku untuk rute Jakarta-Cibatu, dari semula Rp 6.000 menjadi Rp 12 ribu.

Adapun kendaraan yang melalui rute Cikarang Barat-Cikarang Timur akan dikenakan tarif tol Rp 12 ribu dari semula Rp 2.500. Untuk rute lainnya, yakni Jakarta-Karawang Timur, tarif tol baru Rp 12 ribu. Kemudian wilayah 4 dengan rute Jakarta-Cikampek dikenakan ongkos Rp 15 ribu.(pikiran-rakyat.com/tempo.co)

Share Button:
author
No Response

Leave a reply "Ajam ‘Terperangah’ Tarif Tol Naik Tiga Kali Lipat"