Soal Kenaikan Tagihan Listrik Pelanggan, Ahmad Daryoko: Alasan PLN ‘Plin Plan’ Karena Mau Tutupi Kenyataan Tak Bisa Lagi Tentukan Tarif

URBANNEWS.ID - Koordinator Invest Ahmad Daryoko membenarkan sikap PLN yang plin plan dalam menanggapi kabar tentang kenaikan tarif listrik beberapa hari belakangan ini.

“Memang benar PLN ‘plin plan’ dalam menyampaikan alasan kenaikan biaya listrik,” kata Ahmad Daryoko.

Dikatakan Ahmad, awalnya PLN mengatakan kenaikan pembayaran tarif listrik karena adanya work from home (WFH). Kemudian diralat sengaja dinaikkan karena adanya kesalahan administrasi dan seterusnya.

Kemudian, lanjut Ahmad Daryoko, direspons oleh Ombudsmen dimana sikap PLN seperti di atas menunjukkan bahwa PLN menggunakan kesempatan Covid 19 untuk mengeruk keuntungan.

“Dugaan Ombudsman di atas dipastikan salah, karena sikap PLN yang ‘plin plan’ tersebut adalah akibat menutupi kejadian yang sebenarnya, yaitu bahwa saat ini di Jawa-Bali PLN hanya sebagai penjaga tower saja,” ungkap Ahmad Daryoko.

Menurut Ahmad Daryoko, dengan posisi hanya sebagai penjaga tower, PLN telah kehilangan kendali terhadap besaran tarif listrik. “Masalah tarif dan biaya totalnya hanya ditentukan pihak-pihak IPP dan perusahaan ritail,” ungkap Ahmad Daryoko.

Intinya, kata Ahmad Daryoko, pembangkit IPP dan perusahaan ritail saat ini secara otomatis telah terbentuk ‘Kartel’ dan PLN tidak bisa apa-apa.

“Inilah akibatnya kalau cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak sesuai UUD 1945 pasal 33 ayat 2 tidak dikuasai negara lagi tetapi malah dikuasai oleh asing dan aseng serta beberapa oknum pejabat. Maka terjadilah lonjakan biaya pemakaian listrik tersebut. Dan waktunya bertepatan dengan wabah Corona,” kata Ahmad Daryoko.(hen)

Related Search

    No Response

    Leave a reply "Soal Kenaikan Tagihan Listrik Pelanggan, Ahmad Daryoko: Alasan PLN ‘Plin Plan’ Karena Mau Tutupi Kenyataan Tak Bisa Lagi Tentukan Tarif"