Asita Riau Sarankan Maskapai Asing Masuk Pasar Domestik Agar Turunkan Harga Tiket

URBANNEWS.ID - Mahalnya harga tiket pesawat telah membuat perubahan signifikan terhadap tren di masyarakat. Saat Lebaran lalu, masyarakat banyak yang beralih ke moda transportasi darat dan air, ketimbang menggunakan pesawat udara.

Demikian dikatakan Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau, Dede Firmansyah kepada urbannews.id, Kamis (13/6/2019). 

Ia mengatakan, selama puncak arus mudik dan balik, terjadi penurunan yang signifikan pada transportasi udara.

"Masyarakat mulai beralih dari angkutan udara yang sejak Desember lalu harganya tidak turun-turun," jelas Dede, Kamis (13/6/2019).

Dari data yang ada, lanjut Dede, angkutan udara di Riau saat mudik turun sebanyak 57 persen dan arus balik turun 21 persen. Sedangkan untuk angkutan darat dan air mengalami kenaikan rata-rata di atas 50 persen dari tahun sebelumnya.

Melihat kondisi ini, Dede mengatakan ada dominasi bisnis yang tidak sehat pada angkutan udara. Dua grup besar, Garuda Indonesia group dan Lion Air group, sudah melakukan monopoli harga dengan menerapkan harga batas atas. Bahkan sempat terpantau harga jualnya di atas batas yang ditentukan.

"Hal ini tentu tidak sehat dan memberatkan masyarakat," kata Dede.

Untuk itu, Dede mengatakan bahwa Asita saat ini tengah berupaya mencari solusi secara bisnis agar harga tiket kembali normal. Di antaranya dengan melibatkan maskapai Air Asia yang harganya masih dalam batas normal.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Asita Pusat agar bisa mengajak Air Asia membuka rute domestik seperti Jakarta ke beberapa kota di Indonesia. Sehingga dominasi dua grup besar tersebut bisa diakhiri," jelas Dede.

Dengan adanya pilihan baru, harga tiket akan bersaing dan kembali menjadi normal. Selain itu ASITA ingin menjembatani Air Asia untuk menjual rute pendek menggunakan pesawat kecil seperti R80.

Air Asia sudah masuk ke Indonesia. Tapi dia bekerjasama dengan airline lokal yang sekarang kita kenal dengan Indonesia Air Asia.

"Jadi ada dua hal yang Perlu di Pemerintah Pusat. Airline asing masuk ke Indonesia harus bekerjasama dengan airline lokal. Tidak seenaknya terbang di wilayah Indonesia. Untuk menekan biaya operasional airline yang paling besar adalah avtur dan biaya masuk sparepart pesawat. Ini dipecahkan dgn memberi subsidi biaya avtur agar sama dengan negara tetangga. Dan minta biaya masuk sparepart 0 persen," ungkap Dede.

"Kita ingin harga tiket bisa kembali normal untuk menghidupkan kembali sektor-sektor usaha yang terkait," tutup Dede.(hen)

Bagikan
No Response

Leave a reply "Asita Riau Sarankan Maskapai Asing Masuk Pasar Domestik Agar Turunkan Harga Tiket"