PLN Kalbar Catat 426 Kali Gangguan Listrik Akibat Layang-layang Kawat

Share Button:
General Manager PLN UIW Kalimantan Barat, Agung Murdifi.foto/beritametro.news

URBANNEWS.ID - Permainan layang-layang dengan menggunakan kawat di Kalimantan Barat terbukti mengganggu kelancaran pasokan listrik kepada pelanggan.

Tidak hanya itu, korban luka dan jiwa pun berjatuhan akibat permainan layangan berkawat.

Selama 2018, tercatat ada 426 kali kejadian padam akibat gangguan listrik, 392 kali di antaranya disebabkan oleh kawat layang-layang, atau sekitar 94 persen gangguan listrik disebabkan oleh kawat layang-layang.

“Bila permainan layang-layang berkawat ini tidak dihentikan, PLN rugi, masyarakat pun rugi,” ujar General Manager PLN UIW Kalimantan Barat, Agung Murdifi.

Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2004 tentang Ketertiban Umum yang diubah oleh Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Perubahan

Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Ketertiban Umum.

Dalam Perda itu telah ditetapkan larangan penggunaan tali layangan dari logam, metal, kawat, dan sejenisnya.

Bahkan bagi yang melanggar aturan ini bisa dituntut dan dikenakan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta.(inikata.com)

Share Button:
No Response

Leave a reply "PLN Kalbar Catat 426 Kali Gangguan Listrik Akibat Layang-layang Kawat"