Proyek Jaringan Gas di Bontang Mandeg, Wako: Pernah Dibahas di Kemenko Maritim

oleh
Menteri Jonan dan Wali Kota Bontang.foto/bontang.prokal.co

URBANNEWS.ID – Pengerjaan proyek jaringan gas (jargas) tahun 2017 sebanyak 8 ribu sambungan rumah (SR) dinilai lamban. Hingga sekarang, belum ada kejelasan kapan proyek itu rampung. Justru proyek tahun lalu sebanyak 5.005 SR lebih dulu selesai. Bahkan telah diresmikan penggunaannya oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Rusunawa Apiapi, Bontang, Sabtu (16/2).

Jonan meminta PT Torindo Utama Sakti selaku kontraktor bisa merampungkan pada April mendatang. “Saat ini dalam tahap penyelesaian,” kata Jonan. Ketika disinggung sanksi yang akan diberikan, dia menyebut akan diberikan sesuai kontrak kerja sama. Mengingat masa pemeliharaan sejatinya sudah selesai akhir Februari ini.

Keluhan yang sama juga diutarakan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Dia berharap, dengan kedatangan Jonan bisa mempercepat penyelesaian. Masalah ini sejatinya sudah sering diadukan ke pemerintah pusat. Pada September lalu, misalnya. Dalam rapat di Kementerian Koordinator Kemaritiman, PT Torindo diminta untuk menyelesaikan hingga November 2018. Namun, alih-alih mengalirkan gas ke rumah-rumah, sisa galian pun masih ada yang belum kembali ditimbun.

“Jargas yang dikerjakan PT Torindo masih belum bisa diresmikan. Harapannya dengan kedatangan menteri ESDM ini bisa membuat perusahaan segera menyelesaikan pekerjaannya,” harap Neni. Pemkot Bontang tidak bisa berbuat banyak untuk menindak kontraktor. Mengingat proyek ini ditangani langsung Kementerian ESDM melalui Pertagas Niaga.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Pertagas Niaga Linda Sunarti tidak berkomentar banyak ketika disinggung terkait hal tersebut. “Nanti kami akan buatkan rilisnya,” singkatnya.

Di sisi lain, Jonan mengaku bahwa Bontang diprioritaskan untuk kembali mendapat kuota jargas pada 2020 mendatang. Sehingga bisa mewujudkan city gas. “Kalau tahun ini sudah dialokasikan ke daerah-daerah. Tapi jika ada perubahan, maka Bontang diprioritaskan. Kalau 2020, pasti dapat. Dengan tambahan 12 ribu SR, Bontang sudah bisa menjadi city gas,” terangnya.

Bontang sendiri sudah mendapat 16.965 SR. Rinciannya pada 2013 sebanyak 3.960 SR, 2017 mendapat 8.000 SR, dan 2018 diberi kuota 5.005 SR.(bontang.prokal.co)