Edi Obama: Bos Diusik, Wartawan Diancam, Nova Diam Seribu Kalam!

oleh
Mantan Sekretaris Tim Pemenangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Edi Saputra atau yang lebih dikenal Edi Obama. foto/lintasgayo.co

URBANNEWS.ID – Mantan Sekretaris Tim Pemenangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, Edi Saputra atau yang lebih dikenal Edi Obama, angkat bicara mengenai dugaan pengancaman terhadap seorang wartawan Aceh oleh Makmur Budiman.

Dalam keterangan tertulis yang diterima urbannews.id, Selasa (24/3/2020), Edi mengkiritik sepak terjang Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Ketika Edi Obama menagih jasa donasi miliaran Rupiah pada Plt Gubernur Aceh, serangan balasan disiapkan dari Langsa dan Nagan Raya. Ketika kedok terbongkar, serangan kontra balasan dengan segala puja-puji bahwa itu bagus, agar Tuan Nova tetap nyaman, kembali kontra dari Nagan Raya dan Langsa. Ketika media menulis berita tak sesuai dengan keinginan konco tuan, algojo pengintai pun disiapkan. Mencari rumah dengan narasi mengirimkan paket. Menginterogasi siapa yang menyuruh menulis berita. O la la mamamia lozatos, tuan!,” ungkap Edi Obama.

Edi juga mempertanyakan kemampuan memimpin Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Wahai Plt Gub, masih punya nurani kah anda? apakah seabrek tulisan media massa dan hujan arus media sosial yang terus mengkritisi kinerja anda yang di bawah standar? Itu bukti bahwa anda belum sadar jika anda tidak punya kemampuan sebagai pemimpin?,” ungkap Edi Obama.

Lebih lanjut, Edi juga membongkar inisial nama-nama orang dekat Plt Gubernur Aceh saat ini.

“Anda boleh saja menganggap kami bodoh, tapi kami juga tahu siapa pemain-pemain itu? Ada Mr. M di Aceh Besar. Ada Mr. R dari Gayo Lues. Ada Mr. YO dari Aceh Barat Daya. Ada Mr. PD dari Banda Aceh. Semua itu adalah kantong-kantong pengumpul,” beber Edi.

Edi Obama mengungkapkan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bukanlah sosok yang mengerti dan menghargai jasa relawannya saat pemilihan gubernur lalu.

“Kami juga tahu siapa mereka, yang pastinya mereka bukan donator saat tuan merebut singgasana, bukan pula dari keterwakilan partai pengusung, tapi wangi nan ranum sari pati APBA untuk mereka, di atas keringat dan air mata relawan. Milyaran uang donatur yang anda abaikan, bukti anda bukan seorang pembalas jasa, tapi penghancur kesatuan relawan, perusak harapan partai pengusung dan asa rakyat Aceh untuk sebuah perubahan bagi Aceh tercinta,” ungkap Edi.

Tak hanya itu, Edi Obama juga mengkritik sikap Plt Gubernur Aceh soal wabah virus corona yang merebak saat ini.

“Puluhan Pensus tak kredibel anda bentuk, hanya untuk meredam kritik, meredam media, rakyat menderita dengan wabah corona, sementara anda mengunci diri di dalam istana, tidak ada inisiatif membagi masker, membagi hand sanitizer serta membagi sembako kepada rakyat, dan menggelar pasar murah, anda penakut bagi kesejahteraan rakyat, tapi pemberani bagi konco-konco anda dalam menikmati ranumnya APBA. Leumak Mabok Tuan,” ungkap Edi Obama.

Edi Obama juga menyatakan keyakinannya atas kinerja Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada dalam menegakkan hukum di Aceh.

“Pak Plt Gubernur, Kapolda Aceh adalah sang jenderal peraih prestasi terbaik, hanya menanti hari, semua benang kusut carut-marut pengelolaan proyek di Aceh serta pengancaman terhadap wartawan, akan segera dibongkar setuntas tuntasnya, dan ini hanya tinggal menunggu waktu. Sayonara Plt sosok yang tidak punya hati nurani,” tutur Edi.

Sementara itu, terkait pernyataan Edi Obama tersebut, Plt Gubernur Aceh, Nova Irianto yang dikonfirmasi urbannews.id belum memberikan keterangan apa pun hingga berita ini dilaporkan.(hen)