Dr. Tirta

oleh
uc?export=view&id=1k9cK73x6tk sF5GbYZlTOP kywiObiaG
Dr Tirta Mandiri Hudhi. foto/suaramerdeka.com

ORANG yang hatinya tulus bekerja untuk memperbaiki keadaan biasanya melihat lebih tajam dalam menghadapi suatu masalah, karena dia melihat bukan hanya dengan mata kepala tapi juga dengan mata hati.

Dr. Tirta Mandiri Hudhi atau lebih dikenal dengan Dr. Tirta ini adalah salah satunya. Selama 14 hari dia berada di jalanan nonstop untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait covid 19 dan memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (ADP) kepada para tenaga medis sebelum akhirnya jatuh sakit karena kelelahan. 

Dari pemberitaan, Dr. Tirta mengatakan dia mengalami gejala batuk dan deman. Apakah beliau terpapar virus covid 19? Wallahu’alam. Kita doakan mudah-mudahan beliau kembali sehat. 

Dr. Tirta mengatakan saya tidak takut mati, dan saya tidak ingin dikenang, saya hanya ingin terus berbuat dan saya tidak peduli apa penilaian orang terhadap saya, dan saya tidak takut dan akan terus mengkritik pemerintah selama pemerintah tidak becus dalam menangani covid 19 ini. 

Menurut Dr. Tirta, banyaknya pasien yang membludak akibat covid 19 disebabkan pemerintah tidak tegas dalam mengendalikan penyebaran covid 19 serta banyaknya tenaga medis yang meninggal. Yang harus dilakukan pemerintah adalah bersikap tegas dalam menghadapi wabah corona dengan melakukan karantina wilayah. Daerah-daerah yang yang tertinggi penderita covid 19 seperti Jakarta harus segera melakukan karantina wilayah dengan untuk sementara menutup warga untuk masuk dan keluar dari Jakarta serta menghimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah. 

Dr Tirta juga mengimbau kepada Pemerintah pusat dan daerah yang daerahnya sudah terpapar covid 9 untuk menutup semua tempat keramaian seperti mall, yang boleh dibuka hanya pasar, minimarket sembako, SPBU dengan dijaga oleh aparat keamanan untuk mencegah chaos. Khusus instansi publik seperti polisi, TNI, rumah sakit dan fasilitas kesehatan tetap buka untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

Dan yang tidak kalah penting menurut Dr. Tirta adalah menjaga kesiapan distribusi logistik seperti pangan untuk keperluan masyarakat dalam masa karantina dan alat-alat kesehatan untuk tenaga medis. Banyaknya dokter yang meninggal karena covid 19 disebabkan karena minimnya jumlah alat pelindung diri (APD) yang dimiliki rumah sakit ditengah pendemik covid 19 ini. Konglomerat dan orang-orang kaya  seharusnya berperan lebih besar untuk membantu masyarakat dan  tenaga medis yang mengalami kesulitan.  

Bangsa ini membutuhkan orang-orang seperti Dr. Tirta untuk berperan lebih besar dalam mengurus Negara bukan politisi-politisi yang hanya muncul di masyarakat pada saat menjelang Pemilu tapi setelah terpilih bersembunyi di bawah bantal.***

M Aksan SH. MH.

Wakil Ketua Depidar SOKSI XXXII Kepri