Misteri Harga BBM di Indonesia

oleh
Jaya Wardhana. foto/ist

BUKAN bermaksud berburuk sangka tentang harga BBM, mari kita buka. Sebenarnya ini bukan misteri, karena sudah berlangsung sejak lama, dan sudah saling tahu sama tahu tentang pelaku kerja di bagian perminyakan. Setelah kami telusuri ternyata banyak yang tidak tahu, maka oleh segelintir oknum dimanfaatkan lah buat tipu daya.

Begini duduk persoalan sebenarnya, dari sejak dulu, dari sejak saya masih sekolahan kecil, dari sejak jamannya Orba, produk turunan minyak yang beredar di Indonesia bukan berasal dari olahan kilang-kilang produksi yang ada di Indonesia.

Ya, salah satunya berupa BBM mulai dari bensin, solar, avtur, hingga minyak tanah, semuanya dipasok dari luar negeri, atau impor. Lalu minyak mentah di Indonesia dikemanakan? Khusus buat ekspor. Kenapa tidak dinikmati sendiri? Karena pertimbangan kualitas minyak mentah dari Indonesia yang masuk Grade A dan amat sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat Eropa, Jepang, Korsel, dan Taiwan. Dan sudah tentu harganya lebih mahal.

Hasil ekspornya berupa surplus devisa yang digunakan untuk membeli produk-produk turunan minyak yang mana minyaknya itu berasal dari Timur Tengah. Atau dibelikan (impor) minyak mentah dari Timur Tengah yang diolah di dalam negeri untuk mencukupi cadangan pasokan BBM, terutama penyediaan elpiji. Harganya sangat teramat murah untuk sebuah negara seperti kita. Dengan cara tersebut, kita masih sangat diuntungkan masih mempunyai nilai surplus, meskipun minyak mentah yang diekspor hanya 1 juta barel per hari.

Perlu diketahui informasi semacam ini bisa dikategorikankan rahasia di Kementrian ESDM, bisa
masuk kategori rahasia negara. Sampai pemerintahan sekarang. Bahkan zaman repot nasi masih dinyatakan secret oleh kementrian.***

Jaya Wardhana
Pemerhati Kebijakan Publik