Categories: City Government

CBA: Gara-gara Om Erick, Ari Terdepak, Irfan Dapat Untung dari Garuda Indonesia

Share

Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi.

URBANNEWS.ID - Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, angkat bicara mengenai sepak terjang Menteri BUMN Erick Thohir dalam perombakan jajaran direksi PT Garuda Indonesia.

“Kalau melihat atau naik pesawat Garuda, selalu ingat Ari Askhara yang telah dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini dipecat setelah tersandung kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton,” beber Uchok.

Dalam kasus penyelundupan ini, kata Uchok, bukan hanya Ari Askhara yang dipecat, tapi ada empat direksi yang menjabat di Garuda Indonesia juga dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang saat itu baru diangkat oleh Presiden Jokowi.

“Namun demikian, sepertinya kasus penyelundupan di Garuda ini hanya sampai pemecatan para direktur saja. Tak lebih dari itu. Selain itu, pemecatan direktur dimanfaatkan sebagai ajang pencitraan seorang Menteri BUMN Erick Thohir agar bisa naik lebih tinggi dan bisa mengalahkan citra Presiden Jokowi,” ungkap Uchok.

Kemudian, menurut Uchok, dalam mengangkat kasus Garuda, Erick Thohir benar-benar menikmati sekali. Beliau memang sangat lihai dalam permainan ini, seperti berenang sambil minum air. Hanya sekedar menyikat atau memecat Ari Askhara, dan lalu mengangkat Irfan Setiaputra sebagai Direktur Garuda Indonesia.

“Setelah Irfan Setiaputra jadi Direktur Utama Garuda Indonesia, seperti kinerja perusahaan bukannya meningkat dengan lebih baik, malahan tambah mengemeskan dan sungguh sangat memprihatinkan dengan kondisi keuangan perusahaan yang semakin memberatkan pada perusahaan plat merah tersebut,” beber Uchok.

Beratnya kondisi keuangan ini, kata Uchok, benar-benar akan berdampak pada, misalnya pada tertundanya pembayaran gaji karyawan. Untuk saat ini alasannya beratnya keuangaan perusahaan disebabkan dari dampak pandemi virus Covid 19. Padahal pada tutup buku laporan keuangan tahun 2019, Garuda Indonesia masih meraup untung sebesar USD.6.4 Juta.

“Tetapi memasuki tanggal 31 Maret 2020, banyak masyarakat belum tahu sama sekali, apakah perusahaan plat merah ini rugi atau untung. Karena perusahaan Garuda belum mempublikasi laporan keuangan Triwulan pertama mereka. Hal ini mungkin disebabkan ketakutan manajemen yang dipimpin Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra. Seorang direktur utama yang diangkat oleh Erick Thohir,” tukas Uchok.

Belum dipublikasi laporan keuangan tahun 2020 perusahaan Garuda ini, menurut analisa Uchok, mungkin Direktur Utama Irfan Setiaputra masih trauma lantaran laporan keuangan PT Garuda Indonesia (persero) tahun buku 2018 pernah ditolak dua komisarisnya, mereka adalah Chairul Tanjung dan Doni Oskaria.

“Tetapi meskipun belum mempublikasi laporan keuangan tahun 2020, Perusahaan penerbangan nasional ini sepertinya merugi, hal ini dilihat dari indikasi bahwa PT. Garuda Indonesia akan menunda gaji 25.000 karyawan,” tutup Uchok.(hen)

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB