Categories: City Government

CERI: Kami Menduga Dirut Pertamina Berbohong Soal Dokumen Harga Baru BBM

Share

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources (CERI) Yusri Usman.foto/indopetronews.com

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman angkat bicara terkait bantahan Dirut Pertamina Nicke Widyawati soal harga baru BBM yang tercantum dalam dokumen tentang harga baru BBM yang berlaku 1 Mei 2020.

"Pertamina sebagai BUMN yang ditugaskan Pemerintah untuk mengurus hajat orang banyak adalah bagian kepentingan publik, dan tak boleh dikelola seperti lembaga intelijen. Semua penentuan harga BBM itu ditetapkan berdasarkan peraturan perundang undangan, tujuan nya untuk melindungi masing-masing pihak, yaitu kepentingan hak Pemerintah untuk memungut pajak, hak dan tugas Badan Usaha menyediakan dan menyalurkan serta menikmati margin maksimal 10%, serta merupakan hak rakyat untuk memperoleh BBM berkualitas serta volume yang benar dengan harga yang wajar," ungkap Yusri.

Yusri menduga Dirut Pertamina berbohong dengan pernyataannya yang menyangkal terkait isi dokumen tersebut, bukan keabsahan dokumen, karena dokumen itu masih berupa konsep yang siap dinomorin dan diberi tanggal.

"Sebaiknya dia lempar handuk saja kalau sudah tak mampu mengurus Pertamina, karena kemampuan Dirut itu diuji ketika ada badai menyerang perusahaan," kata Yusri.

Menurut Yusri, sangat berbahaya kalau Menteri BUMN masih mempercayakan mengelola sebuah BUMN strategis kepada orang yang tak punya kapasitas.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan bahwa dokumen yang memuat penyesuaian harga BBM baru tersebut adalah dokumen palsu.

"Saya sudah check ke Direktur Pemasaran Retail, itu dokumen palsu, bukan dari Pertamina,” katanya kepada GATRA, (30/04).

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Tajuddin Noor ketika dikonfirmasi urbannews.id soal bocoran dokumen lampiran harga BBM baru, tidak memberikan keterangan apa pun.

Namun, seorang staf yang mengatakan mendapat perintah dari Tajuddin, memberikan keterangan terkait dokumen harga BBM tersebut bahwa " dapat kami sampaikan BBM yang tertera pada lampiran merupakan harga sebelum pajak dan ongkos angkut, untuk lengkapnya kami akan sampaikan rilisnya".

Dalam pernyataan dari orang suruhan Tajuddin tersebut, dinyatakan seiring beredarnya informasi tabel harga produk BBM Pertamina, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengklarifikasi bahwa informasi tersebut bukan berasal dari Pertamina.

Namun demikian, memang terdapat informasi serupa tentang harga BBM yang berlaku untuk industri yang sampaikan Pertamina secara rutin melalui surat edaran kepada seluruh agen BBM Pertamina untuk kalangan industri dan marine/perkapalan.

Fajriyah menambahkan, harga tersebut berlaku untuk agen dan juga untuk konsumen industri dengan term and condition masing-masing. Di samping itu harga yang tercantum dalam surat edaran adalah harga di luar pajak yang antara lain terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Besaran PBBKB menyesuaikan regulasi dari pemerintah daerah setempat. Selain itu, lanjut Fajriyah, untuk harga yang ditetapkan belum termasuk ongkos angkut yang harus ditanggung masing-masing customer (loco supply point).

"Harga tercantum merupakan harga di luar pajak dan harga di titik serah atau di TBBM, sehingga ada tambahan pajak dan ongkos angkut yang harus ditanggung pembeli/konsumen dari kalangan industri,” ujar Fajriyah Usman.

Selanjutnya, kata Fajriyah harga tersebut menjadi acuan untuk sektor industri yang biasanya pembelian dilakukan dengan jumlah volume yang besar untuk periode tertentu. "Sehingga ada komitmen pasti untuk harga tersebut," katanya.(hen)

View Comments

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB