Categories: City Government

Harga Pertamax 92 Lebih Murah dari Premium 88, Bukti Negara Ngawur Terapkan Kebijakan Harga BBM Nasional

Share

Ilustrasi Pertamina.foto/idntimes.id

URBANNEWS.ID - Meskipun ‘cashback’ baru belakangan ditetapkan sebesar 30% oleh Pertamina, namun sudah memperlihatkan harga Pertamax lebih murah dari Premium di SPBU. Demikian diutarakan Direktur Ekesekutif CERI Yusri Usman kepada urbannews.id, Rabu (6/5/2020).

Menurut Yusri, harusnya cashback untuk Pertamax series minimal 40% dari harga Pertamax yang berlaku di SPBU. Hal itu mengingat harga MOPS/Argus Gasoline Ron 92 sejak akhir Maret ke April USD 22 per barrel.

Pada 21 April 2020 lalu, Direktur Utama Peramina Nicke Widyawati mengungkapkan bahwa semua terjadi anomali harga produk BBM lebih murah dari harga minyak mentah.

“Terbukti dengan cashback segitu aja, harga Pertamax Ron 92 faktanya bisa lebih murah dari Premium Ron 88 di SPBU Rp 6.450 perliter sesuai Kepmen ESDM Nomor 83 K/12/MEN/2020 tanggal 8 April 2020,” ungkap Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, harga BBM akan lebih murah lagi jika Kementerian ESDM dan Pertamina bisa konsekwen menerapkan aturan Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEN/2020 Tanggal 27 Febuari 2020, dimana untuk penentuan harga BBM umum, yaitu memasukan parameter MOPS Gasoline Ron 92 USD 22,33 per barrel dan nilai tukar kurs tengah BI Rp 15.157 periode 25 Maret sampai dengan 24 April 2020, seperti terungkap dalam dokumen Kementerian ESDM dalam RDP dengan DPR Komisi VII pada 4 Mei 2020.

“Maka kita akan menyaksikan di SPBU harga Pertamax Series akan lebih murah dari harga Premium Ron 88 Rp 6.450 per liter di seluruh SPBU di Indonesia,” kata Yusri.

Hal itu menurut Yusri, menunjukan bahwa pemerintah telah ngawur menerapkan kebijakan harga BBM nasional.

“Ironisnya selain Pertamina, ternyata badan usaha swasta Shell, AKR, Total dan Vivo telah menikmati uang rakyat secara melawan hukum, yaitu menjual BBM jauh di atas harga keekonomian dengan melanggar aturan pemerintah. Pertanyaan bodohnya, apakah kita negara hukum atau negara kekuasaan,” beber Yusri.(hen)

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB