Categories: City Government

Direksi Pertamina Diduga Melakukan Kejahatan Korporasi Soal Harga BBM

Share

 

URBANNEWS.ID - Jelas di permukaan terlihat kasat mata praktek kartel dalam menjual BBM Umum kepada rakyat yang lagi susah akibat pandemi covib 19. Dan yang lebih kejam dari itu, ternyata diduga negara secara kasat mata telah melegalkan praktek kartel ini.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman kepada urbannews.id, Jumat (15/5/2020).

"Maka tidak ada lagi kata-kata yang lebih tepat untuk mengatakan telah terjadi konspirasi antara pemerintah dengan badan usaha Pertamina, Shell, Vivo, Total dan AKR dalam menjual harga BBM tinggi di atas peraturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri, adalah suatu perbuatan keji," ungkap Yusri.

Padahal, lanjut Yusri, harga crude dan product kilang global sangat turun, bahkan harga product kilang bisa lebih murah USD 2 hingga USD 4 per barel dibandingkan harga crude, ini memang anomali, tetapi fakta ini dengan sengaja diabaikan oleh pemerintah.

Mau tau ? kata Yusri, buka berita 21 April 2020 setelah Nicke Widyawati RDP dengan DPR Komisi VI dan Komisi VII, dia mengatakan bahwa Pertamina pada pertengahan dan akhir Maret telah membeli crude 24 dolar per barel, tapi harga produk gasoline 92 hanya 22,5 dolar per barel, karena produk kilang melimpah dan telah membebani tangki penyimpanan di kilang, sementara konsumsi menurun drastis.

"Berdasarkan rilis Kementerian ESDM 8 Mei 2020 bahwa harga patokan ICP crude USD 20,66 per barel untuk bulan April, kalau minyak itu diolah di kilang ditambah biaya olah kilang Pertamina yang tidak efisien sekitar USD 8 hingga USD 10 per barel, sehingga harga product dari BBM kilang Pertamina sekitar USD 30 per barel. Sementara harga MOPS product gasoline 92 dari kilang Singapore untuk April sekitar USD 23 perbarel," beber Yusri.

Akan tetapi, tambah Yusri, hal yang sangat luar biasa menurutnya, Direksi Pertamina berani berbohong terhadap angka simulasi harga BBM di depan Presiden Jokowi dalam Ratas penetuan harga BBM di masa pandemi covid 19 pada 27 April 2020, dengan menggunakan Kepmen ESDM Nomor 62 K tahun 2020, Pertamina menyatakan patokan MOPS Gasoline 92 senilai USD 40 per barel.

"Oleh karena itu, maka menjadi cukup bukti bahwa Direksi Pertamina diduga telah melakukan kejahatan korporasi dan telah merugikan rakyat banyak dalam menetapkan harga BBM Umum diluar kewajaran," ujar Yusri.(hen)

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.foto/dok

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB