Categories: City Government

Harga Wajar Pertamax Harusnya Sudah Rp 5.700 Per Liter Mulai 1 Juni 2020

Share

Ilustrasi BBM Pertamina.foto/dok

URBANNEWS.ID - Berdasarkan rerata nilai MOPS Gasoline 92 USD 35 per barel dan rerata nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat di lebel Rp 15.000, maka harga Pertamax Ron 92 yang wajar mulai 1 Juni 2020 di SPBU dibulatkan adalah Rp 5.700 perliter.

Demikian diutarakan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Senin (26/5/2020).

"Perhitungan nilai rerata ini berdasarkan periode mulai 25 April 2020 hingga 24 Mei 2020 sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 62K/12/MEN/2020, yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyedian, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, dan telah dirubah menjadi Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2018, yang semuanya ditandatangani oleh Presiden Jokowi," ungkap Yusri.

Dikatakan Yusri, di semua aturan yang ada, khususnya soal penetapan harga eceran BBM yang berlaku di SPBU dan nelayan, maka harga BBM umum terdiri dari Pertalite, Dexlite, Pertamax, Pertamina Dex dan Pertamax Turbo adalah wewenang badan usaha Pertamina, Shell, Total, AKR dan Vivo, hasilnya wajib dilaporkan kepada Menteri ESDM melaui Direktorat Jenderal Migas.

"Seandainya pada 1 Juni 2020 Pertamina tetap tidak juga menurunkan harga eceran BBM umum di SPBU sesuai peraturan yang berlaku, maka Pertamina dapat dikatakan secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran dengan sengaja terhadap UU Perlindungan Konsumen dan peraturan perundang undangan soal penetapan harga BBM mulai 1 April hingga 1 Mei 2020, dan telah merugikan seluruh rakyat Indonesia," beber Yusri.

Yusri mengatakan, tentu sangat menyedihkan pelanggaran dilakukan Pertamina dan badan usaha lainnya atas persetujuan regulator dalam hal ini Menteri ESDM, yang ternyata juga diketahui dan dibiarkan oleh Presiden Jokowi.

"Mengingat Menteri ESDM dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI pada 4 Mei 2020, pada 8 butir dari kesimpulan rapatnya dikatakan bahwa Menteri ESDM akan menjawab secara tertulis atas pertanyaan peserta rapat yang akan disampaikan pada 11 Mei 2020, tapi publik tak pernah tau apa hasilnya sampai sekarang," ungkap Yusri.

Selain itu, lanjut Yusri, ternyata Presiden Jokowi sudah mengetahui bahwa harga wajar BBM berdasarkan rapat terbatas pada 27 April 2020 soal harga BBM pada kondisi pandemi Covid 19 secara virtual, meskipun Direksi Pertamina diduga berbohong dalam simulasi harga BBM, dengan menggunakan parameter MOPS Gasoline 92 USD 40 perbarel dan nilai tukar Rp 14.759 per dolar, meskipun akhirnya terbukti harga wajar Ron 92 adalah Rp 6.125,47 per liter dan Ron 90 seharga Rp 6.092,88 per liter.

"Namun sampai hari ini dengan berbagai alasan tak masuk akal, termasuk akibat ketidakefisienan Pertamina dalam melakukan proses bisnisnya dari hulu ke hilir, apakah harus dibebankan kepada rakyat? Sehingga Pertamina masih menjual Pertamax 92 di SPBU seharga Rp 9.000 per liter dan Pertalite Rp 6.450 per liter," kata Yusri.

Padahal, ungkap Yusri lagi, nilai MOPS Gasoline yang disampaikan dalam simulasi dengan Presiden itu bertolak belakang dengan keterangan Dirut Pertamina Nicke Widyawati seminggu sebelumnya saat RDP soal harga BBM dengan Komisi VII DPR RI pada 21 April 2020.

"Lebih detail Nicke mengatakan saat itu, dan dikutip banyak media, bahwa harga BBM impor saat ini lebih murah dari harga saat Pertamina membeli minyak mentah di pertengahan Maret 2020, yakni USD 24 per barel, sementara harga produk BBM hanya USD 22,5 perbarel," ulas Yusri.(hen)

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB