Categories: City Government

CBA Ungkap Ada Nenek Sihir pada Wajah APBN Covid 19, Modus agar Tidak Bisa Dilacak?

Share

Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi.

URBANNEWS.ID - Direktur Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi mengungkap adanya keanehan pada anggaran penanganan Covid 19. 

"Pada tanggal 5 Mei 2020 menteri keuangan SMI memberikan paparan kepada Komisi XI DPR. Salah satu paparan Menkeu tersebut adalah memberikan gambaran postur baru APBN 2020 sesuai Perpres No.54/2020. Dalam paparan postur APBN baru tersebut, pemerintah akan menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merespon dampak pelemahan ekonomi yang berlanjut hingga saat ini karena pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19)," ungkap Uchok.

"Kemudian, program PEN itu mempunyai anggaran yang besar, dan sangat aneh. Kelihatan aneh, seperti ada nenek sihir, yang sangat ahli menyulap anggaran. Yang seketika, bisa mengalami kenaikan anggaran yang terus menerus seperti tanpa punya rem," lanjut Uchok.

Menurut Uchok, mantra-mantra nenek sihir tersebut sangat mujarab. "Bisa seenak saja, menaikan anggaran Covid 19 tanpa memikirkan sumber pendanaan. Lihat saja pada Mei 2020, anggaran alokasi awal untuk memerangi covid 19 hanya sebesar Rp 405,1 Triliun. Tiba-tiba tiada hujan, tiada angin, anggaran covid 19 dinaikin lagi mencapai Rp 641,1 Triliun. Lalu bin salabin anggaran covid 19 disihir naik lagi sebesar Rp.667,1 Triliun," ulas Uchok.

Kemudian, dilanjutkan Uchok, penambahan APBN dari alokasi anggaran untuk Covid 19 tidak ada jaminan akan berhenti pada angka Rp 667,1 Triliun. 

"Sepertinya anggaran Covid 19 terus menerus melaju mengalami kenaikan sesuai selera menteri keuangan sendiri. Bisa-bisa saja, dalam hitungan minggu atau bulan tiba-tiba ada lagi kenaikan anggaran tersebut," ungkap Uchok.

Dari kenaikan angka-angka tersebut, kata Uchok, pihak kementerian keuangan memang tidak pernah menjelaskan secara gamblang terbuka ke publik. 

"Sebetulnya apa yang menjadi penyebab ukuran kenaikan tersebut. Tetapi yang jelas, kenaikan anggaran covid 19 sedang memperlihatkan bahwa menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak punya perencanaan yang baik untuk menanggulangi bencana wabah covid 19," kata Uchok.

Seharusnya, ungkap Uchok, seorang SMI, yang katanya menyandang gelar menteri keuangan terbaik dunia punya perencanaan yang baik. 

"Sudah andal bisa menghitung berapa triliun yang harus dialokasikan untuk kebutuhan dan kepentingan untuk memerangi Covid 19. Dengan bisa menghitung kebutuhan alokasi anggaran tersebut, berarti anggaran covid 19 tidak usah tiap bulan mengalami kenaikan," kata Uchok.

Selain itu, menurut Uchok, bila melihat anggaran covid 19 pada postur baru APBN 2020 akan terlihat kacau balau. Karena anggaran Covid 19 seperti gado-gado alias dicampur-campur dengan anggaran rutin yang lain. Sehingga tidak bisa melihat mana anggaran untuk covid 19, dan mana anggaran rutin lembaga negara lainnya.

"Kemungkinan dengan cara memakai anggaran covid 19 seperti gado-gado merupakan sebuah taktik untuk mengibuli alias menghilangkan jejak dari pantuan masyarakat dan aparat hukum. Agar juga aparat hukum kesulitan mencari korupsi anggaran covid 19 di antara anggaran dan program-program pemerintah yang lain," ungkap Uchok.

"Jadi dari penjelasan di atas, sudah bisa tergambarkan buruknya kapasitas SMI dalam membuat postur APBN sesuai Perpres No.54/2020. Dari APBN kacau-balau hingga minim rencana atau sama sekali tidak bisa menghitung berapa alokasi anggaran untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat covid 19," kata Uchok.

Apalagi, lanjutnya, APBN covid 19 ini kurang mendapat legitimasi. "Karena mungkin, menteri keuangan SMI belum melakukan konsultasi atau mendapatkan persetujuan DPR atas beberapa kali kenaikan anggaran Covid 19 tersebut. SMI selama ini hanya mengumumkan kenaikan anggaran covid 19 di publik melalui media saja," kata Uchok.

Menurut Uchok seharusnya adanya kenaikan anggaran dalam APBN covid 19 akan lebih baik disetujuii dulu oleh DPR. "Lembaga DPR tidak boleh dicuekin oleh SMI karena akan hanya menghasilkan citra jelek pada diri sendiri. Seolah-olah SMI sedang memperlihatkan show force atau menujukan kekuatan ke publik, bahwa hanya SMI yang punya kekuasaan atas negara ini," kata Uchok.

Selain itu, kata Uchok, mungkin karena SMI merupakan sosok menteri keuangan terbaik dunia, jadi tidak perlulah melakukan koordinasi dengan mitra DPR. 

"Sebagai sosok menteri keuangan dunia terbaik, dianggap gelar tersebut bisa menyihir dampak pelemahan ekonomi bisa selesai dengan cepat tanpa meminta persetujuan anggota dewan mengenai kenaikan anggaran Covid 19," katanya.

Padahal, kata Uchok, setiap kenaikan anggaran Covid 19 akan berefek kepada defisit yang semakin melebar. 

"Tentu bila sudah bicara defisit, yang harus dicari adalah sumber anggaran pendapatan berasal dari mana untuk menutupi defisit tersebut. Dan defisit dan sumber pendapatan anggaran harus dibicarakan antara DPR dengan pemerintah atau kementerian keuangan," tutup Uchok.(hen)

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB