Categories: City Government

Pertamina Perusahaan Mendunia, Tapi Takut Menurunkan Harga BBM

Share

Juru Bicara Koalisi Masyarakat Peduli Minerba (KMPM), Yusri Usman.foto/eksplorasi.id

URBANNEWS.ID - Konsumsi BBM di seluruh dunia mengalami penurunan secara menyeluruh. Bahkan, ada yang lebih parah dari Indonesia. Namun, semua negara di dunia tetap menurunkan harga BBM, kecuali Indonesia.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Senin (15/6/2020) malam.

"Contoh nyata yang paling dekat, Malaysia yang menerapkan lock down saja, setiap minggu Petronas tetap menyesuaikan harga BBM mereka. Ternyata Petronas tidak bangkrut dan tidak ada PHK sampai hari ini," ungkap Yusri.

"Lantas, mengapa Pertamina takut jadi bangkrut kalau menurunkan harga BBM? Pertamina berhasil menciptakan hatrick, selama tiga bulan sejak April, Mei hingga Juni belum menurukan harga BBM sepeser pun," tambah Yusri.

Berarti, lanjut Yusri, memang Pertamina adalah perusahaan yang sangat tidak efisien dari hulu hingga hilirnya, sehingga begitu rentan dengan harga BBM sesuai harga pasar minyak dunia.

"Ternyata Ahok dipasang sebagai komisaris utama tak mempu berbuat apa-apa juga, dan laporan keuangan Pertamina tahun 2019 sampai dengan RUPS tanggal 12 Juni 2020, tak mampu disajikan Pertamina kepada publik," ungkap Yusri.

"Nah, kalau laporan keuangannya saja tak bisa disajikan, parameter apa yang digunakan Menteri BUMN Erick Tohir yang menyatakan direksi dan komisaris Pertamina punya KPI (Key Performance Index) yang baik? Bukankah ini namanya Key Political Index?," lanjut Yusri.

Padahal, lanjut Yusri, menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23/PMK/01/2007 bersama Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2007, bahwa semua BUMN wajib menyerahkan laporan keuanganya paling lambat tanggal 15 Febuari setiap tahunnya.

"Tapi faktanya setelah RUPS 12 Juni 2020, di dunia dengan konsep holding, hanya Pertamina holding yang bisa menempatkan anggota komisaris lebih banyak dari anggota direksinya, luar biasa Erick Tohir yang dikenal mengatakan BUMN itu bukan usaha milik nenek lo," ujar Yusri.

Selain itu, kata Yusri, 'jurus abunawas' untuk tidak menurunkan harga BBM, yaitu program iming-iming cashback dengan menggunakan aplikasi my Pertamina, ternyata juga banyak gagal digunakan konsumen di SPBU.

"Karena sistem my Pertamina tidak bekerja efektif dan sering down, sehingga pembayaran dilakukan oleh konsumen dengan cash. Maka bisa dikatakan ini adalah PHP," ungkap Yusri.

Anehnya lagi, kata Yusri, program itu bertentangan dengan SOP di SPBU untuk tidak menggunakan HP selagi mengisi BBM. "Bukankah ini program konyol?," sergah Yusri.

"Padahal sebagai negara net importir minyak, harga minyak dunia murah merupakan berkah bagi rakyatnya, kenapa rakyat kita tidak bisa menikmatinya, ironis memang," ungkap Yusri.

Menurut Yusri, kalau mengikuti logika pejabat Kementerian ESDM, BUMN dan Pertamina yang menyatakan Pertamina akan bangkrut kalau menurunkan harga BBM, maka sama saja itu mengakui bahwa Jokowi gagal memenuhi janji kampanye 2014 untuk membesarkan Pertamina untuk bisa mengalahkan Petronas," beber Yusri.(hen)

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB