Categories: City Government

Bongkar Kebohongan Pertamina ke Publik, CERI: Kinerja Mereka Selama 2019 Biasa-biasa Saja…

Share

Ilustrasi Pertamina.foto/idntimes.id

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman mengungkapkan laba Pertamina selama ini yang paling tinggi adalah pada laporan keuangan Pertamina tahun 2016, yaitu USD 3,1 miliar.

Sementara, laba Pertamina tahun 2019 hanya USD 2,53 miliar, dan laba Pertamina tahun 2018 sebesar USD 2,54.

"Artinya, kinerja direksi Pertamina selama tahun 2019 adalah datar alias biasa saja," ungkap Yusri.

Dikatakan Yusri, adapun deviden dari laba bersih Rp 35 triliun tahun 2019, yang disetorkan Pertamina ke pemerintah hanya sebesar Rp 8 triliun.

"Selebihnya, sekitar Rp 128,6 triliun merupakan setoran pajak pajak, termasuk pajak BBM dan pelumas yang ditanggung rakyat dalam membeli BBM. Dan Rp 43,7 triliun adalah PNBP atau Penerimaan negara bukan Pajak dari sektor hulu, termasuk bayar signatur bonus untuk ambil blok Rokan sebesar Rp 12 triliun," kata Yusri.

"Terkait banyaknya setoran pajak kepada negara, ya itu wajar saja, karena Pertamina memonopoli penjualan BBM dan avtur di seluruh Indonesia, pajak BBM itu kan dibayar rakyat," kata Yusri.

Menurut Yusri, faktanya harga BBM dijual mahal di atas harga wajar sesuai peraturan. 

"Parahnya lagi, kualitas BBM mereka hanya Euro 2, yaitu Premium, Pertalite dan Solar," kata Yusri.

Selain itu, atas rencana Pertamina melakukan IPO untuk sub holdingnya, menurut Yusri, belum terlihat apakah sudah dengan perencanaan yang matang atau tidak. 

"Harusnya Direksi Pertamina belajar jujur lah menyampaikan kinerjanya kepada publik. Yang kami ungkap ini fakta semua. Gak percaya? Silahkan buka semua jejak digital dari tahun 2015 sampi dengan hari ini," kata Yusri.

"Dan sesungguh laporan keuangan itu hanya dalam angka, karena dikatakan untung Rp 35 triliun dan disetorkan deviden Rp 8 ke Pemerintah, maka sisanya Rp 27 triliun sebagai laba yang ditahan apakah ada uang tunainya? Karena laporan keuangan Pertamina ini hanya mencatat nilai subdisi BBM yang menjadi piutang Pemerintah, tapi gak tau dibayarkannya kapan. Makanya untuk menambal itu biasanya Pertamina melakukan issue global bond," beber Yusri.(hen)

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB