Categories: City Government

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Sebut Potensi Kerugian dari Smelter Tembaga Gresik, CERI Layangkan Surat Terbuka Berisi Menohok

Share
Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.

URBANNEWS.ID - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan bahwa pembangunan proyek smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur berpotensi merugikan perusahaan hingga US$10 miliar.

Demikian dikutip dari bisnis.tempo.co, Sabtu (5/9/2020). Lebih lanjut, Tony mengatakan bahwa kerugian tersebut disebabkan pendapatan dari treatment charge and refining charge (TCRC) yang diperoleh tidak sesuai dengan keekonomian proyek.

Selama kurang lebih 20 tahun ini, ongkos TCRC yang sepenuhnya dikendalikan pasar internasional untuk konsentrat tembaga berada pada kisaran US$0,2—US$0,24 per pound, bahkan turun menjadi US$0,18 per pound pada Maret 2020.

Menurutnya, yang paling menderita kerugian atas beban tersebut adalah PTFI dan pemegang saham PTFI lainnya, yakni Inalum. Namun, PTFI tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan proyek smelter tersebut sesuai dengan ketentuan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI.

Pernyataan Tony tersebut memantik reaksi keras dari sejumlah kalangan. Di antaranya Direktur Eksekutif CERI yang melayangkan surat terbuka. Berikut petikan surat terbuka tersebut;

Surat Terbuka

Kepada Yth 

Saudara Tony Wenas 

Presdir PT Freeport Indonesia

Emangnya yang diproduksi pemurnian dari smelter itu hanya tembaga? 

Emas, perak dan platinum group mineralsnya kemana? 

Kok smelter di Jepang, China, Jerman dan Spanyol dan smelter lain yang memurnikan konsentrat tembaga dari  PTFI kok bisa untung selama ini?

Mana suara PT Inalum yang mayoritas? Apa tujuan  divestasi yang lalu oleh Pemerintah? 

Sebenarnya apa isi detail perjanjian divestasi yang lalu itu?

Jangan jangan PT Inalum masuk “lingkaran setan”!!!!!

Karena sejak tahun 2014 PT Freeport sudah menempatkan jaminan kesungguhan USD 115 juta, yaitu 5% dari nilai smelter USD 2,3 miliar, kemana uang itu sekarang?

Sejak saat ini PT Freeport Indonesia menikmati bea ekspor konsentrat hanya 5% dengan mengakali pembobotan nilai kemajuan pembangunan smelter, apakah ini bukan perbuatan pidana penipuan?

Karena bea keluar kulit sapi saja bisa kena 25% sesuai Permenkeu Nomor 13/PMK.010/2017 tentang "Penetapan Barang Ekspor yang Dikenai Bea Keluar" yang merupakan perubahan dari Permenkeu Nomor 153/PMK.010/ 2014 yang mensyaratkan adanya jaminan kesungguhan dari perusahaan membangun smelter senilai 5% dari nilai investasi smelter.  

Sementara di Morowali yang belakangan bangun smelter untuk Nikel, sekarang sudah tumbuh untuk menghasilkan barang jadi dan menuju produk turunannya.

Mengapa smelter untuk PT Vale Indonesia, PT Aman Mineral Sumbawa dan PT Freeport Indonesia progresnya hanya jalan di tempat alias poco poco.

Anehnya lagi, dalam kondisi sempoyongan PT Inalum disuruh beli 20% saham PT Vale Indonesia dengan nilai Rp 5,2 Triliun, pertanyaan apa yang bisa diperbuat PT Inalum dengan nilai saham hanya 20%, sementara di PT Freeport Indonesia saja PT Inalum punya saham 51% terkesan kental kalah dari Freeport Mac Moran dalam hal realisasi pembangunan smelter.

Ingat loh, sumber uang akuisisi Freeport itu dari penjualan global bond senilai USD 3,85 miliar pada tahun 2018. 

Wakil rakyat di Komisi VII DPR mana suaramu? Jangan kalian makan gaji buta saja.

Jakarta, 5 September 2020

Direktur Eksekutif CERI

Yusri Usman

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB