Categories: City Government

CERI: Pertamina Masuki Masa Kritis Keuangan Akibat Akusisi Blok Migas Miliaran Dolar AS

Share

URBANNEWS.ID - Kondisi keuangan Pertamina saat ini sangat memprihatinkan, semua ini akibat dimulai pada saat perioda Direktur Keuangan dipegang oleh Arief Budiman ex McKinsey, dikarenakan RJPP atau Rencana Jangka Panjang Pertamina dikerjakan oleh konsultan McKinsey dan terjadi pembelian saham perusahaan kecil dan penuh hutang, Maurel et Promp di Perancis pada tahun 2016.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman kepada urbannews.id, Minggu (20/9/2020).

"Tradisi hutang global bond untuk akuisisi dengan nilai milyaran USD yang terjadi setelah Ex Meneg BUMN Sugiharto menjadi Komut Pertamina terulang kembali. Tidak beda dengan akuisisi blok di Aljazair dari Conoco Philips dan Murphy Malaysia, akuisisi saham Maurel et Promp di Perancis yang membuat Pertamina babak belur. Harga pembelian saham pada saat akuisisi yang sebesar 4,2 Euro per lembar, Fair value hanya 2,72 Uero per lembar, pada bulan September 2020 turun jauh tinggal senilai 1,6 Euro per lembar," beber Yusri.

Kemarahan Ahok

Dikatakan Yusri, dunia Pertamina dan Indonesia digegerkan dengan viralnya kemarahan Ahok mengenai Pertamina. Selain carut-marutnya proses kerja antara direksi dan komisaris, serta senangnya pakai konsultan berbayar Rp 1,5 triliun pertahun, orang bodoh pun bisa jadi direksi, karena semuanya disiapkan oleh konsultan itu. Bahkan sejak tahun 2015 hingga 2020 struktur organisasi Pertamina sudah berubah beberapa kali, sehingga Ahok juga jengkel dengan usulan hutang milyaran USD yang akan digunakan untuk akuisisi. Bahkan dikatakannya 'jangan-jangan' ada komisi? Karena mereka-mereka ngotot terus untuk hutang sangat besar, akuisisi serta lapor-lapor Menteri yang tidak melewati Komut.

"Bagaimana Ahok tidak jengkel? Pertamina telah hutang 16 milyar USD dan akuisisi-akuisisi Aljazair, Murphy dan saham Maurel et Promp hasilnya sangat tidak bagus atau kinerjanya sangat buruk. Dikarenakan hutangnya menggunakan global bond, maka dengan mudahnya Pertamina melakukan analisa kinerja akuisisi dengan kewajiban membayar hutang global bond (pokok dan bunga)," beber Yusri.

Page: 1 2 3 4 5

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB