URBANNEWS.ID – Selama Covid-19 mewabah di Indonesia, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan hanya bisa membuat masalah tanpa solusi. Bukan fokus terhadap penanggulangan covid-19 dalam bidang pendidikan, Nadiem justru mengacak-acak sistem pendidikan. Sebagai menteri, Nadiem gagal mengelola masalah yang terjadi di dunia pendidikan selama covid-19.
Demikian diutarakan Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran Lembaga CBA dan Lembaga Kaki Publik, Adri Zulpianto kepada urbannews.id, Senin (21/9/2020).
“Sebelumnya, Nadiem membuat NU dan Muhammadiyah minggir dari program organisasi penggerak Kemendikbud dengan tidak memperhatikan fakta sejarah bagaimana NU dan Muhammadiyah memperjuangkan pendidikan di Indonesia, sekarang justru Nadiem yang seharusnya lebih dalam mempelajari sejarah malah ingin menghapus mata pelajaran sejarah dalam kurikulum pendidikan Indonesia,” ungkap Adri.
Maka dari itu, kata Adri, kebijakan yang dikeluarkan Nadiem selama ini tidak mampu menyentuh permasalahan secara implementasi dan fundamental selama masa kedaruratan wabah covid-19.
“Pertama, persoalan pembelajaran daring yang malah memunculkan banyak masalah, bukannya mengevaluasi hasil belajar siswa, yang terjadi di setiap sekolah hanya mengedepankan laporan-laporan kinerja guru, bukan laporan evaluasi hasil belajar siswa. Kedua, persoalan metode pembelajaran daring yang tidak mampu menyentuh persoalan kurangnya finansial yang dialami oleh orangtua siswa. Ketiga, persoalan banyaknya guru ekskul yang terbengkalai, karena seharusnya guru ekskul pun dapat diakomodir dengan baik, bukan malah dijadikan korban, dikesampingkan dan ditiadakan,” ungkap Adri.
