Categories: City Government

Dikonfirmasi Soal Program Kredit Sepeda Brompton untuk Pegawai Pertamina, Tajuddin Noor Malah Blokir WA Wartawan dan Pengamat

Share

URBANNEWS.ID - Alih-alih melaksanakan tugasnya mejalankan keterbukaan informasi publik, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (Persero), Tajuddin Noor malah memblokir nomor telepon dan whatsapp Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman.

"Kami awalnya hanya mempertanyakan program kredit sepeda Brompton untuk pegawai Pertamina. Tapi bukannya memberikan keterangan yang sebenarnya, Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajuddin Noor malah memblokir nomor telepon saya," ungkap Yusri Usman kepada urbannews.id, Jumat (26/9/2020).

Yusri menceritakan, lantaran nomor WA miliknya diblokir oleh Tajuddin Noor, ia lalu mengirimkan pertanyaan yang sama kepada Tajuddin Noor, namun melalui nomor WA anaknya.

Menurut Yusri, Tajuddin menjawab melalui nomor WA tersebut. "Itu programnya Bank abangku, cuman dia pasang logo Pertamina, biasa bank cari peluang bisnis apa saja karena sekarang lagi musim sepeda, jadi gak ada kebijakan perusahaan di sana abangku," ungkap Yusri menirukan jawaban Tanjudin Noor melalui WA anaknya, karena Tajuddin Noor memblokir nomor WA miliknya.

Menerima jawaban itu, Yusri kembali mengajukan pertanyaan lanjutan kepada Tajuddin Noor.

"Apakah boleh mencari peluang bisnis dengan mempromosikan sepeda impor tanpa izin menggunakan logo Pertamina? Sebaliknya malah mengabaikan sepeda produksi dalam negeri. Mohon konfirmasi apakah boleh seenaknya Bank Mandiri Syariah menggunakan logo Pertamina? Atau penggunaan logo Pertamina itu atas izin BOD Pertamina?," ungkap Yusri mengutip pertanyaan yang ia kirim ke Tajuddin Noor melalui nomor WA anaknya lantaran Tajuddin Noor sudah memblokir nomor WA miliknya.

Menerima pertanyaan itu, kata Yusri, Tajuddin Noor mengaku sudah meminta Bank Mandiri Syariah menurunkan iklan kredit sepeda itu. "Sudah kita minta take down, jadi tidak ada lagi iklan itu," ungkap Yusri menirukan jawaban terakhir dari Tajuddin Noor.

Terkait adanya iklan kredit sepeda Brompton tersebut, kata Yusri, Direktur Dukungan Bisnis Pertamina M Haryo Yunianto saat dikonfirmasi, memberikan apresiasi atas kritik dan saran yang dikemukakan CERI, serta akan meneruskan saran CERI ke Bank Mandiri.

Langkah konyol

Dikatakan Yusri, jika kredit sepeda itu benar kebijakan resmi Pertamina, ia menganggap suatu langkah konyol. Sebab, harga sepeda itu per unit sekitar Rp 60 juta.

"Karena sudah banyak sepeda sejenis itu dengan kualitas baik dari produksi dalam negeri. Apakah program ini akan meningkatkan impor produk luar negeri yang akan berakibat ikut menyumbang defisit transaksi berjalan. Monggo pihak BOD Pertamina bisa mengkonfirmasi kebijakan ini," ungkap Yusri menirukan konfirmasinya ke Tajuddin Noor yang berujung pemblokiran nomor whatsapp miliknya oleh seorang pejabat publik tersebut.

"Ngelola perusahaan saja semester 1 rugi Rp 11,13 triliun, bukannya prihatin sebagai momen evalusi untuk memperbaiki diri, malah jor-joran dan ikut menambah defisit transakai berjalan kalau angka impornya semakin tinggi," timpal Yusri lagi.

Sementara itu, urbannews.id juga mencoba mengkonfirmasi kebijakan tersebut kepada Tajuddin Noor. Namun tak jauh berbeda dengan kofirmasi Yusri Usman, Tajuddin Noor juga memblokir nomor whatsapp wartawan urbannews.id.

Banjir sepeda impor

Terkait impor sepeda, dilansir cnnindonesia.com, Kamis (25/9/2020), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut Indonesia kebanjiran sepeda impor di tengah meningkatnya minat masyarakat bersepeda di era pandemi covid-19.

Pun demikian, ia tak merinci berapa banyak sepeda impor yang membanjiri pasar sepeda dalam negeri.

"Bersepeda ini suatu kegiatan yang sangat fun (menyenangkan), saya salah satu penggemar sepeda. Oleh karena ini menjadi penting karena di tengah pandemi saya dengar impor (sepeda) banyak sekali," katanya dalam peresmian acara daring Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2020, Jumat (25/9).

Budi menugaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi untuk hanya mempromosikan sepeda buatan dalam negeri.

Tujuannya, agar membantu para produsen sepeda lokal, sehingga dapat menambah kesempatan kerja di dalam negeri.(hen)

"Kalau bisa nanti sepeda produksi luar negeri ngga usah dipromosikan. Kita bisa promosikan jualan sendiri karena dengan kita memasarkan produk dalam negeri berarti kesempatan kerja untuk teman-teman kita banyak," terang dia.

Lebih lanjut, dia juga mendorong penggunaan sepeda sebagai bagian dari kegiatan masyarakat.(hen)

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB