Categories: City Government

Direktur Dukungan Bisnis Holding Pertamina ‘Buang Badan’ Soal Pemilihan Mitra Investasi Blok Rokan Senilai Rp 4,5 Trliun

Share

URBANNEWS.ID - Direktur Dukungan Bisnis  PT Pertamina (Persero) Holding, M Haryo Yunianto tak memberikan banyak keterangan soal pemilihan mitra investasi proyek pipa Blok Rokan senilai Rp 4,5 triliun. 

Dikonfirmasi urbannews.id, Senin (2/11/2020), ia hanya memberikan keterangan singkat dan mengarahkan urbannews.id mengkonfirmasi ke jajarannya di bidang corporate communication.

"Selamat pagi, maaf silakan komunikasi dengan fungsi Corporate Communicators dengan Mba Zia (Fajriyah Usman,red) atau Pak Agus ya, karena kegiatan di proses tersebut merupakan kegiatan operasional di subholding," terang M Haryo Yunianto kepada urbannews.id.

Hingga berita ini diterbitkan, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman tak memberikan jawaban apa pun. 

Urbannews.id menanyakan kepada M Haryo Yunianto, siapa yang mengusulkan kepada Pertagas dalam berinvestasi pada proyek pipa Blok Rokan perlu ada porsi mitra 25%. 

Tak hanya itu, urbannews.id juga mengkonfirmasi kepada M Haryo Yunianto tentang adanya informasi yang menyebutkan adanya upaya menaikkan porsi mitra menjadi 49%. 

Haryo juga tidak memberikan keterangan ketika ditanyakan apa motif kebijakan yang mengharuskan ada mitra investasi tersebut. Pertamina sejak awal sudah harus berkorban bayar signature bonus yang besar.

Sementara itu, di lain sisi, Dirut PT PGN Tbk Suko Hartono secara terbuka telah menyatakan kepada publik bahwa PGN masih sanggup secara finansial untuk melaksanakan proyek pipa tersebut dengan kemampuan keuangan PGN sendiri alias tidak perlu bermitra, apabila bisa berujung ke persoalan hukum. 

Beberapa kalangan menilai pernyataan Suko Hartono itu tidak konsisten dengan perbuatannya, lantaran PGN sudah menandatangani FID. Haryo juga tidak memberikan keterangan sikap apa yang ia ambil selaku Direktur Dukungan Bisnis Pertamina Holding.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) ditunjuk sebagai operator Blok Rokan pada Agustus 2021, setelah melalui proses tender dengan kewajiban membayar signature bonus senilai USD 784 juta atau setara sekitar Rp 11,5 triliun dan komitmen kerja pasti USD 500 juta.

Pertamina pun lantas telah menunjuk Pertagas sebagai operator pipa minyak Blok Rokan. Total nilai investasi dalam final investment decision (FID) mencapai USD 300 juta. Pertamina mempunyai saham 49% dan PT PGN Tbk (51%) di PT Pertagas.

Melihat peluang penerimaan Pertagas dari pengoperasian pipa Blok Rokan cukup besar selama kontrak 20 tahun, serta IRR proyek tersebut yang mencapai 16,4 persen, dan NPV sebesar USD 181,32 juta tanpa bermitra, tapi kalau bermitra 20%, NPV  Pertagas jadi USD 145, 06 juta.

Hingga berita ini dilaporkan, urbannews.id belum mendapat informasi status pemilihan mitra investasi yang telah dilakukan oleh PT Pertagas. Apakah sudah diajukan oleh PT Pertagas ke PT PGN Tbk, atau masih berada di Pertagas dan belum ada  keputusannya. 

Baik Direktur Utama PT PGN Tbk maupun Komisaris Utama PT PGN Tbk Archandra Tahar memblokir whatsapp wartawan urbannews.id yang mencoba mengkofirmasi hal tersebut. 

Setali tiga uang, Sekretaris Perusahaan PT PGN Tbk, Rachmat Hutama juga bungkam dan tidak memberikan keterangan apa pun saat dikonfirmasi urbannews.id.

Preseden buruk

Terpisah, Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman mengatakan kasus pemilihan mitra investasi proyek pipa Blok Rokan tersebut menjadi preseden buruk mengenai tata kelola perusahaan di Holding dan Sub Holding Pertamina.

"Ini preseden buruk yang dipertontonkan secara telanjang soal tata kelola BUMN yang sahamnya sebagian sudah dimiliki publik, sehingga rencana IPO beberapa Sub Holding akan diperkirakan sama buruknya dengan yang sudah lama IPO seperti PT PGN Tbk," ungkap Yusri.

Yusri mengatakan, semakin terlihat kualitas Direktur Dukungan Bisnis M Haryo Yunianto yang memang belum kapasitasnya untuk menduduki jabatan tersebut. "Terlihat juga kapasitas dia dalam menjawab soal restrukrisasi Pertamina di Majalah Gatra yang baru terbit, sangat kacau lah," beber Yusri.

Menurut Yusri, jangan sampai modus mitra investasi tersebut terkesan sengaja diadakan sebagai dugaan pintu keluar titipan untuk oknum-oknum di Holding Pertamina maupun di sub holding dengan pihak terkait yang telah berjasa telah mendukung oknum-oknum itu bisa dapat jabatan.

"Ahok perlu diuji nyalinya apakah mampu menurunkan tim yang baru dia bentuk untuk menelisik apakah kajian bisnis dan  analisa resiko bisnis yang mendasari dibuat skema mitra investasi memang wajar atau mengada-ada untuk maksud tidak baik," kata Yusri.

Lebih lanjut Yusri mengatakan, ketidakefisienan dari semua investasi di hulu akan mengakibatkan biaya pokok produksi minyak per barel yang keluar dari Blok Rokan akan semakin mahal. 

"Ujungnya rakyat tak akan pernah menikmati harga BBM murah ketika harga minyak dunia murah," tutup Yusri.(hen)

Tags: Pertamina

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB