Categories: City Government

Geger Kasus Impor Buah, Kader Nasdem Layangkan Surat Terbuka Menohok

Share

URBANNEWS.ID - Mencuatnya laporan investigasi Majalah Tempo soal keterlibatan petinggi Partai Nasdem dalam kasus impor buah, memancing reaksi kader partai itu.

Tak pelak, kader Partai Nasdem, Kisman Lakumakulita melayangkan surat terbuka untuk para petinggi partai itu. Berikut petikan lengkap surat terbuka tersebut;

Surat Terbuka Kepada Ketua Umum Partai Naasde, Kaka Surya Paloh, Wakil Ketua Umum Kaka Ahmad Ali, dan Ketua Bidang Organisasi Partai Nasdem kaka Rusdi Masse Mappesessu, dan Menteri Pertanian Bapak Syahrul Yasin Limpo.

Kepada Yth.

1. Saudara Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem yang juga merangkap sebagai Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR-RI

2. Saudara Rusdi Masse Mappesessu, Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Nasdem yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua Banggar DPR-RI 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Gerakan Restorasi Untuk Kaka Semua!

Sedih, iba, marah dan kecewa setelah membaca Majalah TEMPO edisi 02 November 2020 menurunkan Laporan Investigasi berjudul “JATAH PREMAN BUAH IMPOR”. Laporan investigasi yang berisi perbuatan dan perilaku hina, keji dan memalukan saudara berdua dalam memperdagangkan pengaruh sebagai anggota DPR dan petinggi Partai Nasdem untuk mendapatkan penerbitan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian, dan Surat Persetujuan Impor(SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Secara tegas dan detil Majalah TEMPO menuliskan peran dan keterlibatan saudara Ahmad Ali dan saudara Rusdi Masse Mappesessu dalam penerbitan kedua dokumen yang sangat dibutuhkan oleh pengusaha importir produk holtikultura dan buah-buahan tersebut. Disebutkan pula dalam investigasi tersebut tentang kewajiban setor dari para pengusaha impor tersebut kepada kepada saudara berdaua sebagai orang yang disebutkan memegang pengaruh dan kendali terhadap Kementerian Pertanian. Kebetulan Menteri Pertanian adalah kader partai kita, Partai Nasdem, saudara Syahrul Yasin Limpo yang yang mantan Gubernur Sulawesi Selatan.

TEMPO menulis jumlah rupiah yang anda berdua tetapkan, dan harus dibayarkan sebagai balas jasa pengaruh anda berdua yang sebenarnya jauh dari saudara berdua sebagai Anggota DPR. Investigasi TEMPO tersebut sangat, sangat dan sangat melukai harkat, martabat serta semangat kami para kader dan pemilih Partai Nasdem. Berita TEMPO itu menghancurkan seluruh pondasi RESTORASI yang menjadi dasar dan arah pendirian Partai Nasdem sejak awal.

Untuk itu, saya mendesak saudara berdua untuk secepatnya menjawab tudingan investigasi Majalah TEMPO tersebut. Bahkan bila perlu menuntut Majalah TEMPO jika investigasi tersebut tidak benar dan mengandung fitnah semata. Meski Majalah TEMPO telah membuktikan diri sebagai media yang sangat kredibel dalam kebijakan kebijakan redaksinya, terutama untuk sebuah laporan investigasi, namun saya tetap berhadap Majalah TEMPO kali ini keliru.

Saya tidk bisa membayangkan luka yang akan kader Partai Nasdem tanggung sebagai sebuah organisasi partai politik yang seharusnya tidak melakukan hal-hal menjijikkkan dan memalukan seperti tulisan Majalah TEMPO tersebut. Apalagi Partai Nasdem hadir dan dibentuk untuk menghentikan segala perilaku korupsi dan merugikan rakyat dan negara seperti itu.

Saya juga meminta penjelasan anda yang tegas tentang catatan kriminal kasus narkoba seperti temuan Majalah TEMPO. Sebab saya dan para kader dan pendiri Partai Nasdem harus menjawab pertanyaan para pemilih Partai Nasdem yang membuat anda berdua dan Partai Nasdem bisa hadir dan duduk dengan bangga di DPR tentang kredibilitas Anda.

Marwa dan nama Partai Nasdem terlalu besar jika diserahkan ke tangan kalian dengan catatan hukum dan kredibilitas seperti ini. Partai Nasdem ini harus berdiri tegak dengan terhormat tanpa tersandra oleh prilaku dugaan memalukan saudara berdua seperti yang diberitakan Majalah TEMPO itu. Sebab Partai Nasdem didirikan dengan penuh kehormatan dan keyakinan oleh orang-orang terhormat pula.

Saya juga meminta kepada Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo, untuk menjelaskan mengapa membiarkan kementerian yang anda pimpin terlibat dan terjebak dalam praktek koruppsi, yang seakan- akan tak ada habisnya di kementerian ini. Meski saya mendengar banyak rumor tentang keterlibatan orang-orang di sekitar anda dalam praktek sejenis di Kementerian anda pimpin.

Namun demikian, saya berusaha untuk berpikir jernih bahwa rumor tersebut kemungkinan karena anda berada dalam tekanan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem. Sebab anda adalah pendatang baru di Partai Nasdem yang beruntung diusung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Kaka Surya Paloh menjadi menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi periode kedua ini.

Terkhusus kepada Ketua Umum Partai Nasdem, Kaka Surya Paloh, saya mengusulkan untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk mencari tahu dan menjelaskan kasus memalukan ini. Apabila terbukti, maka segera melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Nasdem untuk membubarkan pengurus, dan memilih pengurus baru yang bisa menjamin roda organisasi dapat dijalankan. Namun teta dengan cara bermartabat tanpa perilaku korupsi seperti yang ditulis Majalah TEMPO.

Saya yakin Ketua Umum Partai Nasdem sangat malu dan terhina, seperti yang saya rasakan atas perilaku dua kader yang ditulis Majalah TEMPO, jika investigasi ternyata itu benar adanya. Sebab bukan untuk hal yang primitif, licik dan culas seperti ini Partai Nasdem didirikan. Saya sangat sedih dan miris yang sangat mendalam bila teringat dan membayangkan kembali kepada manifesto dan buku putih yang sering Kaka Surya Paloh pidatokan dengan sangat berapia-api dulu itu.

Bahasa politik bahwa investigasi TEMPO tersebut bukanlah bukti hukum, apalagi tidak dikeluarkan oleh lembaga penegak hukum serta berkekuatan tetap adalah bentuk pelecehan terhadap seluruh upaya kita bersama mendirikan, membesarkan dan menjaga partani ini agar semangat restorasi yang hebat itu tetap membara dan membara. Tidak lapuk dimakan rayap busuk, licik, picik dan menjijikan terhadap bangunan besar ERAKAN RESTORASI.

Sebaliknya, jika ternyata laporan TEMPO itu salah, maka segera pulihkan kehormatan kedua kader yang disebut namanya dalam laporan tersebut, dan melakukan langkah dan upaya hukum terhadap Majalah TEMPO. Langkah pertama yang harus dilakukna adalah memerintahkan kaka Ahmad Ali dan Kaka Rusde Masse Mappesessu menggunakan hak jawab dan menjawab pertanyaan TEMPO yang sebenarnya telah dikirimkan kepada mereka berdua.

Demikian permintaan dan tuntutan ini, saya sebagai kader yang dengan sekuat tenaga, yang pernah tenggelam dua kali di laut pada malam hari yang gelap, ombak dan angin saat sosialisasi, telah berusaha menegakkan harkat dan martabat partai serta disiplin pada tujuan mulia pendirian Partai Nasdem yakni me-RESTORASI POLITIK INDONESIA.

Terakhir dari lubuk hati yang paling dalam,,, kepada Kaka Ahmad Ali, yang saya, Bang Teddy Setiawan dan Kaka Despen Opuasunggu bawa dari Plaza Indonesia (tokoh tekstil di Plaza Indonesia) ke Partai Nasdem, dan kaka Rusdi Masse Mappesessu,,, meskipun kaka berdua baru bergabung dengan Partai Nasdem saat partai ini sudah berada pada posisi menit-menit akhir untuk mau take off (penyusunan daftar caleg).

Kaka Ahmad Ali dan Kaka Rusdi Masse Mappesessu, tolong berhentilah berprilaku yang memperburuk tampilan wajah dan tampilan depan Partai Nasdem yang sudah terlanjur dipercaya oleh rakyat negeri ini. Sekali lagi, tolong tolong dan tolong. Sebab bukan untuk prilaku kaka berdua seperti yang diberikan oleh Majalah TEMPO itulah Partai Nasdem ini didirikan. Bukan, bukan dan bukan. Semoga bermanfaat.

Wasslamu’alaikum Wr. Wb. Jakarta, 

03 November 2020

Kisman Lakumakulita

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB