Categories: City Government

Luncurkan Surat Terbuka untuk Seluruh Rakyat Indonesia, CERI Pertanyakan Keterbukaan PGN dan Pertagas Soal Proyek Pipa Blok Rokan

Share

URBANNEWS.ID - Meski sudah dua bulan sejak peresmian dimulainya proyek pembangunan jaringan pipa minyak Blok Rokan, namun tak terdengar kabar lagi tentang keputusan soal kemitraan pada proyek bernilai Rp 4,3 triliun tersebut.

Melihat kondisi itu, Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman melayangkan permintaan informasi ke PT PGN Tbk dan PT Pertagas. Tentu saja hal itu sesuai UU Keterbukaan Informasi publik.

Namun, yang terjadi petinggi PT PGN Tbk dan PT Pertagas tak memberikan keterangan apa pun kepada publik. Tak pelak, Yusri Usman lantas membuat surat terbuka kepada seuruh Rakyat Indonesia. Berikut isi surat terbuka itu;

Surat Terbuka

Kepada seluruh Rakyat Indonesia

Dengan hormat, 

Inilah contoh nyata apa yang telah terjadi pada saya hari ini, yaitu sejak tadi pagi sekitar jam 7.00 WIB, CERI telah mengirimkan surat permohonan informasi dan konfirmasi terhadap proses bisnis sub holding PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk  terkait investasi pemipaan blok Rokan (surat terlampir di bagian bawah). 

PT PGN Tbk adalah anak usaha dari holding PT Pertamina Persero, di dalam PT PGN ada 43% saham publik, tetapi ternyata telah dikelola seperti lembaga intelijen, karena secara nyata mereka telah melanggar hak publik sesuai UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi pada publik.

Sejumlah Direksi Pertamina, Komut PGN dan Dirut PGN memblokir WA saya. Apa itu perbuatan seorang profesional yang kata Menteri BUMN mereka dipilih karena KPI baik?

Tentu sikap bungkam semua pihak terkait ini, apakah akibat ada rumor yang beredar di internal PGN dan Pertagas, bahwa beberapa hari setelah beredar soal proyek pipa Blok Rokan ini di majalah mingguan Gatra edisi 15-21 Oktober 2020, infonya Menteri BUMN Erick Thohir telah memanggil dan menegur Komisaris Utama PT PGN Achandra Tahar dan Direktur Utama PT PGN Tbk Suko Hartono, padahal soal ini juga yang akan kami konfirmasi lebih lanjut setelah pihak Corsec PT PGN Tbk dan PT Pertagas yang kami perhitungkan akan menjawab surat kami tadi pagi tersebut.

Padahal, kalau melihat tiga pertanyaan yang kami ajukan itu, sangat sederhana dan seharusnya sangat mudah untuk dijawab dalam waktu singkat, asal memang semua proses bisnis yang dijalankan memang sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG).

Akan tetapi, kalau tak bisa dijawab sampai batas waktu sore ini jam 17.00 WIB, tentu wajar kalau publik mencurigai proses bisnis yang dijalankan penuh dengan 'hengki pengki'.

Jakarta, 13 November 2020 pukul 17.15 WIB

Salam hormat saya,

Yusri Usman

Direktur Eksekutif CERI

Lampiran.

Kepada Yth;

  1. Corporate Secretary PT PGN Tbk
  2. Corporate Secretary PT Pertagas

Perihal: Mohon Informasi dan Konfirmasi

Dengan hormat,

Mengingat bahwa ;

1. Hari ini tepat sudah dua bulan proses pemasangan pipa minyak Blok Rokan berjalan, setelah pengelasan pertama (first welding) pada 13 September 2020.

2. Menurut berita majalah Gatra edisi  'Anak Mantu Megawati Di Blok Rokan' edisi 15-21 Oktober 2020 dan informasi lainnya, ternyata sampai saat ini kami belum mendengar bahwa PT Pertagas telah menyampaikan hasil keputusan pemilihan mitra investasi sesuai FID adalah 25% dari nilai USD 300 juta kepada PT PGN Tbk.

3. Adapun proyeksi keekonomian proyek tersebut sangat cukup baik,  berdasarkan nilai IRR 16,4%, NPV USD 181,32 juta tanpa bermitra, kalau bermitra 20% hanya USD 145,06 juta saja, dan infonya 'tolling fee' pipa USD 2,5 perbarel dengan asumsi selama lima tahun bisa mengalirkan minyak sebanyak 150.000 BOPD. masih cukup baik bagi sebuah investasi.

4. Pernyataan Direktur Utama PT PGN Tbk Suko Hartono di Gatra, bahwa apabila bermitra tak ada manfaatnya bagi perusahaan dan bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, kemudian kondisi keuangan PGN juga cukup baik, artinya pembiayaan investasi itu sangat bisa dengan skema pembiayan proyek alias tak perlu bermitra, meskipun Dirut PGN sudah menandatangani FID tersebut.

5. Pertamina juga dalam memperoleh hak operator Blok Rokan ini telah mengeluarkan 'signature bonus' sebesar USD 784 juta kepada Pemerintah, dan menyiapkan USD 500 juta sebagai komitmen kerja pasti sebagai syarat kontrak agar bisa mempertahankan produksinya saat ini sudah 170.000 BOPD.

Kami pun berpendapat bahwa sebaiknya Pertagas bisa merealisasikan investasi ini tanpa perlu bermitra, sehingga potensi pendapatan yang lebih baik itu, selain bisa menambah modal bagi Pertagas untuk mampu berinvestasi dalam menjalankan penugasan dari Pemerintah dan Pertamina untuk memperkuat jarigan gas diluar APBN.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, kami perlu mendapat informasi sekaligus konfirmasi apa kebijakan yang telah dan akan diambil oleh BoD dan BoC PGN dan Pertagas setelah terungkap soal kekisruhan atau adanya dugaan tarik menarik kepentingan dalam pemilihan mitra investasi tersebut.

A. Apakah tetap melanjutkan proses pemilihan mitra investasi Pertagas atau akan merubah kebijakan berinvestasi sendiri saja dengan merevisi FID-nya .

B. Apakah Pertagas saat ini telah mengusulkan mitra terpilihnya kepada PGN? Karena kami mendapat informasi keputusan final mitra sudah ditetapkan oleh BoD dengan BoC Pertagas pada 18 September 2020.

C. Nilai tolling fee pipa USD 2,5 perbarel selama 10 tahun.

Menurut kami, pertanyaan diatas sangat perlu dijawab segera, karena kami berencana akan merilis perkembangan soal proyek pipa Blok Rokan sore ini, agar tidak timbul persepsi di publik bahwa berita di Gatra itu benar 100%.

Langkah kami ini dalam mengajukan pertanyaan ini mengacu terhadap UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi kepada Publik dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2018 yang merupakan perubahan PP Nomor 71 tahun 2000 Tentang Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dan Pemberian Penghargaan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terimakasih kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya.

Jakarta, 13 November 2020

Direktur Eksekutif CERI

Yusri Usman.

Tembusan disampaikan kepada Yth;

  1. Kementerian BUMN
  2. BoD dan BoC PT Pertamina Persero Holding
  3. BoD dan BoC PT PGN Tbk.
  4. BoD dan BoC PT Pertagas.

Berita Terbaru

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB

Lieus Sungkharisma Minta Menkumham Cabut Izin Praktek Notaris Hartono, Terpidana Kasus Penipuan Jual Beli Vila Bali Rich

URBANNEWS.ID - Kaburnya lima terpidana kasus penipuan jual beli Vila Bali Rich di Ubud Bali yang telah menimbulkan kerugian moral…

10 Januari 2021 | 07:01 WIB

Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Sipil dari Petugas Aparatur Negara

PELANGGARAN HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi,…

8 Januari 2021 | 20:53 WIB

MG HS Sabet Gelar Best Medium SUV, Posisi sebagai Merek Terpercaya di Pasar Otomotif Indonesia Makin Kokoh

URBANNEWS.ID - MG baru saja mencetak tonggak sejarah baru dalam kiprahnya membangun bisnis di Indonesia. Dalam waktu kurang dari 6…

8 Januari 2021 | 20:18 WIB

Aspek Indonesia Ingatkan Jangan Ada Lagi Penyelewengan Bansos untuk Rakyat

URBANNEWS.ID - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) mengapresiasi Program Pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak pandemi…

8 Januari 2021 | 15:20 WIB