Categories: City Government

Pertamina Digugat soal Kontrak Pembelian LNG dari Mozambik Rp 39,5 Triliun, CERI: Ayo Ko Ahok, Bisa Tolong Jelasin Apa Solusinya?

Share

URBANNEWS.ID - Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman angkat bicara mengenai sengkarut jual beli gas alam cair antara Pertamina dan Anadarko Petroleum Corporation.

Dikutip dari wartaekonomi.co.id, Pertamina dikabarkan mangkir dari komitmen perjanjian jual beli (SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian gas alam cair (LNG) dari Mozambik LNG1 Company Pte Ltd, entitas penjual bersama yang dimiliki Mozambique Area 1, anak usaha Anadarko.

"Ayo Ko Ahok, sebagai Komut Pertamina, bisa tolong dijelasin apa solusinya, karena CERI pada 23 September 2020 melalui media Telenews telah mempertanyakan apa sikap Ahok dalam pembenahan masalah beberapa kontrak LNG Pertamina dengan beberapa perusahaan LNG di luar negari, tetapi diabaikan," ungkap Yusri.

Hari ini, kata Yusri, terbukti sebagian besar kontrak LNG itu memang bermasalah dan telah merugikan Pertamina untuk jangka panjang.

"Akibatnya, semua kerugian yang dialami Pertamima terhadap proses bisnisnya karena diduga ada kongkalikong oleh oknum Direksi atas persetujuan dewan Komisarisnya, akhirnya rakyat sebagai konsumen BBM menanggung akibatnya," tegas Yusri.

Dibeberkan Yusri, masyarakat dipaksa beli BBM Pertamina dengan harga sangat mahal di SPBU ketika harga minyak dunia pada titik terendah selama 40 tahun terakhir. "Cilakanya Pertamina rugi sekitar Rp 11,3 triliun pada semester 1 tahun 2020," tambah Yusri.

Anehnya lagi, kata Yusri, Pertamina sampai sekarang tidak merilis laporan keuangan kuartal ketiga, lazimnya setiap tahun sebelumnya, laporan itu dirilis pada setiap Oktober.

Pertamina Digugat

Dilansir wartaekonomi.co.id edisi Senin (14/12/2020), kontrak SPA LNG dari Mozambik itu telah ditandatangani oleh Pertamina dan Anadarko Petroleum Corporation, perusahaan asal AS, pada Februari tahun lalu. Pertamina seharusnya akan melakukan impor 1 juta ton (MTPA) gas per tahun dalam jangka waktu 20 tahun.

Ibarat siapa menanam dia yang menuai, Pertamina pun dituntut. Mozambik LNG1 Company Pte Ltd disebut-sebut telah melayangkan surat-surat tuntutannya ke perusahaan yang sekarang dipimpin Nicke Widyawati itu.

Seorang sumber Warta Ekonomi yang akrab dengan masalah ini membeberkan bahwa Pertamina hingga kini disebut "bandel", tak mengindahkan surat tuntutan tersebut.

"Betul Pertamina mau dituntut oleh Mozambik dan surat-surat dari Mozambik diabaikan oleh Pertamina. Bisa kena (ganti rugi) US$2,8 miliar (sekitar Rp39,5 triliun dengan kurs dolar 14.100)," ungkapnya melalui pesan singkat kepada Warta Ekonomi, belum lama ini.

Tak jua direspons oleh Pertamina, Mozambik tak tinggal diam. Akhirnya melalui Menteri Energi Mozambik, perusahaan itu mengirimkan suratnya ke Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sayangnya, saat dimintai konfirmasi, baik Arifin maupun Biro KLIK Kementerian ESDM, enggan mengklarifikasi kabar tersebut hingga tulisan ini terbit.

Masih menurut sumber yang sama, sang komisaris Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah turun tangan melakukan audit investigasi terkait masalah pembelian dan kerugian LNG ini. Empat eks direksi Pertamina disebut-sebut telah diperiksa.

"Ahok tahu banyak, lagi dilakukan audit investigatif," ujarnya.

Ahok tak menyangkal adanya audit investigatif terkait masalah proyek LNG bersama Mozambik tersebut. Hanya saja, ia tidak mau membeberkan secara detail audit investigatif dan persoalan gugatan tersebut.

"Tanya ke corcomm (corporate communication) saja atau ke direksi (Pertamina)," kata dia melalui pesan singkatnya kepada Warta Ekonomi, Minggu (13/12/2020) malam.

Pertamina sendiri beralasan bahwa perusahaan telah menelan kerugian hingga US$400 juta dari proyek LNG tersebut. Padahal, LNG yang rencananya untuk memenuhi kebutuhan domestik mulai 2024--mayoritas digunakan untuk listrik dan RDMP—ini dibeli dari Mozambik lantaran harganya yang kompetitif dibandingkan dengan negara lain.

"Ambil dari Mozambik karena lebih murah, harga bagus, term-nya juga bagus, kualitas bagus, semua lebih baik. Makanya kami ke situ," beber Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, dilansir dari laman CNBC Indonesia.

Dihubungi secara terpisah, baik Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman maupun Direktur Utama Nicke Widyawati, tak merespons pertanyaan dari Warta Ekonomi.(hen/wartaekonomi.co.id)

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB