Categories: City Government

Webinar KAMI Bongkar Salah Urus Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Dominasi Para Taipan Mengeruk Kekayaan Indonesia

Share

URBANNEWS.ID - Pengelolaan sektor Migas dan Minerba sejak tahun 2000 hingga saat ini, telah menyalahi konstitusi UUD 1945. Pengelolaan yang melawan konstitusi itu telah berakibat pada kemunduran sektor tersebut selama kurun 20 tahun terakhir.

Demikian diungkapkan Pakar Migas, Kurtubi dalam webinar bertajuk Kaleidioskop Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup 2020 yang ditaja Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Senin (28/12/2020).

"Pengelolaan yang sekarang perlu diluruskan. Dan saya menyarankan untuk kembali menggunakan prinsip pengelolaan pada era tahun 70-an. Dimana BUMN yang ada kala itu digabungkan menjadi Pertamina dan memegang kuasa pertambangan dari negara. Jadi pengelolaan dilakukan secara terintegrasi mulai dari hulu ke hilir," beber Kurtubi.

Diceritakan Kurtubi, di era 70-an tersebut, tidak ada satu pun yang boleh melakukan usaha pertambangan selain Pertamina. "Perusahaan swasta asing dan lokal hanya bisa berkontrak dengan Pertamina. Dan Mahathir kala itu terang-terangan mengirim orang-orang terbaik mereka untuk belajar ke Pertamina," kata Kurtubi.

Pola tersebut pun menjadi penting untuk diadopsi untuk sektor Minerba. "Selama ini royalti yang diperoleh negara sangat kecil dari sektor ini. Padahal Pasa 33 UUD 1945 jelas mengatakan bahwa kekayaan alam dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmurab rakyat," ulas Kurtubi melalui acara yang berlangsung melalui platform zoom meeting tersebut.

Sementara itu, Pakar Pertambangan yang juga anggota Presidium KAMI, Marwan Batubara mengemukakan bahwa untuk RUU Migas tak kunjung selesai dibahas sejak 2009 hingga sekarang.

"Padahal setiap tahun RUU ini selalu menjadi prioritas. Tapi tidak kunjung selesai karena memang menghadapi oligarki yang begitu kuat," ungkap Marwan.

Mengenai pengelolaan Minerba, menurut Marwan, UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 justru sudah menegaskan kepemilikan negara atas Mineral dan Batubara. "Tapi malah undang undang ini diubah dan diganti dengan undang undang baru yang justru memberikan izin lebih lama lagi bagi korporasi milik konglomerat untuk menguasai minera dan batubara lebih lama lagi," beber Marwan.

Marwan mengatakan, pada tahun 2021 mendatang, KAMI akan meminta adanya moratorium perizinan pertambangan dan juga meminta pemberian saknsi bagi investor China  karena terlibat melakukan moral hazard.

Page: 1 2

Berita Terbaru

Lieus Sungkharisma Minta Polisi Tangkap Ambroncius Nababan, Ketua Relawan Jokowi yang Hina Natalius Pigai

URBANNEWS.ID - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap Ketua relawan Pro Jokowi Amin (Projamin),…

24 Januari 2021 | 10:18 WIB

TP3 Nyatakan Telah Terjadi Pembantaian Terencana atas Enam Laskar FPI

URBANNEWS.ID - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) atas peristiwa pembunuhan enam laskar FPI, Kamis (21/1/2021) mengeluarkan pernyataan sikap resmi mereka.…

21 Januari 2021 | 22:09 WIB

Andre Nasution Nyatakan Kesiapan untuk Bangkitkan Kejayaan ORARI Riau

URBANNEWS.ID - Achmad Novian Nasution menyatakan siap menjadi Ketua Organisasi Radio Amatir (ORARI) Provinsi Riau periode 2021-2026. Pria yang lebih…

20 Januari 2021 | 19:51 WIB

Perusahaan Jasa Konstruksi Menang Lelang Pekerjaan Jasa Kebersihan di Kemendes, CBA: KPK Harus Usut Ini dan Panggil Menteri Desa

URBANNEWS.ID - Center for Budget Analysis (Lembaga CBA) menemukan dugaan penyelewengan anggaran pada Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Dugaan penyelewengan…

19 Januari 2021 | 21:01 WIB

Pertamina Digugat Mozambik Rp 40 Triliun, Pemerintah Bertanggungjawab!

PADA Februari 2019 Pertamina telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement, SPA) dengan Anadarko Petroleum Corporation untuk pembelian…

16 Januari 2021 | 21:44 WIB

Gelar Tinc Batch 6, Telkomsel Dorong Kolaborasi dalam Pengembangan Potensi Digital Inovator Lokal

URBANNEWS.ID – Program Telkomsel Innovation Center (Tinc) kembali membuka kesempatan bagi seluruh talenta unggul di bidang teknologi digital dari seluruh…

15 Januari 2021 | 10:17 WIB